Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Malaysia Larang WNI Masuk, Ibu Asal Kudus Ini Hampir Setahun Tak Bisa Ketemu Anak dan Suami di Jiran

MURIANEWS, Kudus – Otoritas Malaysia memutuskan melarang warga negara Indonesia (WNI) dan sejumlah negara lainnya untuk masuk ke wilayahnya. Hal tersebut dilakukan karena kasus corona di Indonesia yang terus bertambah secara signifikan.

Kebijakan Negeri Jiran tersebut bukan yang kali pertama diterapkan. Malaysia sebelumnya sempat menerapkan kebijakan larangan warga Indonesia dan sejumlah negara lainnya masuk ke wilayahnya.

Namun saat itu, ada sekitar enam golongan yang masih diperbolehkan masuk. Di antaranya pekerja profesional, pelajar, dan istri ataupun suami warga negara.

Namun khusus untuk larangan kali ini, mereka melarang semua kalangan termasuk enam  kategori tersebut.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Rinawati. Ibu tiga anak tersebut merupakan seorang istri dari seorang warga negara Malaysia. Rina yang pulang ke Indonesia sebelum pandemi menyerang pun akhirnya terjebak di kota kelahirannya, Kudus hingga kini.

“Saya pulang sekitar Desember 2019 karena sejumlah urusan dan sampai sekarang belum bisa balik Malaysia untuk kumpul bersama keluarga,” katanya ketika dihubungi via telepon, Rabu (9/9/2020).

Rina bercerita banyak mengenai kerinduannya pada suami dan anak-anaknya. Dia juga bercerita tentang perjalanannya mencoba pulang menemui keluarganya yang berdomisili di sana.

“Akhir Desember saya pulang dari Malaysia, rencananya memang sekitar tiga bulan saya stay sementara di Indonesia. Karena waktu itu saya mikir sayang juga kalau hanya sebentar,” ujarnya.

Di bulan Desember hingga awal Maret, Rina pun masih belum khawatir akan adanya virus corona yang saat itu baru menyerang Wuhan, China. Namun semua berubah ketika virus tersebut mulai masuk ke negara-negara lain.

Otoritas Malaysia, kata dia, menutup semua akses masuk bagi semua orang dari luar negeri. “Saat itu sudah mau pulang tapi pemerintah sana menutup semua akses, ya sudah mau bagaimana saya menunggu sampai kebijakan selanjutnya,” kata dia.

Saat itu, Rina hanya berpikiran otoritas Malaysia menutup negaranya hanya sekitar 14 hari saja. Namun, seiring berjalannya waktu, otoritas sana kembali menambah waktu lockdown-nya.

“Saat itu masih berpikir, oke menunggu lagi dan mulai kangen sama keluarga di sana, suami, anak-anak saya,” lanjut dia.

Di pertengahan tahun, dia berpikiran untuk pulang. Rina  pun kemudian mencari tahu berapa ongkos utuk tes swab dan karantia di sana. Karena menurutnya, setelah dia pulang ke Malaysia, dia harus melakukan karantina mandiri dengan biaya kurang lebih sekitar Rp 500 ribu.

“Itu satu hari saja, jika 14 hari berapa uang yang dihabiskan ya, sempat ragu hingga akhirnya ya sudah bayar karantina tidak apa-apa,” terangnya.

Namun setelah memantapkan niat dan mencari tahu informasi tiket pesawat, Rina pun kembali ditampar dengan aturan baru otoritas Malaysia. Karena saat itu hanya memperbolehkan sejumlah pekerjaan saja yang masuk ke Malaysia.

“Seperti pilot, pramugari atau pekerja profesional lainnya,” ungkapnya.

Kini, Rina pun mencoba kembali menahan rasa rindunya pada keluarga. Agar tidak terlalu larut dalam kerinduan, dia pun sering menyempatkan diri untuk membeli kopi di sejumlah kedai kopi di Kudus.

“Hitung-hitung nostalgia dengan Kudus yang banyak perubahannya kini,” katanya.

Selain itu, dia juga sempat terbesit untuk membuka usaha nasi lemak asli Malaysia di seputaran rumahnya yang berada di Kecamatan Kaliwungu.

“Kemarin sempat saya buat dan saya bagi ke teman dan kerabat saya, mereka suka, mungkin saya akan mencoba buat warung nasi lemak kecil-kecilan,” tuturnya.

Pihaknya pun berharap pandemi corona ini bisa segera berakhir. Atau setidaknya mereda sehingga dia bisa pulang kembali dan berkumpul bersama keluarganya di Malaysia. “Akhir tahun ini semoga bisa pulang,” harapnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...