Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bayi yang Ditemukan Depan Warung di Kudus Diadopsi Perawat Puskesmas, Ini Sosoknya

MURIANEWS, Kudus – Bayi perempuan yang ditemukan di dalam tas dan dibalut kain Senin (7/9/2020) pagi kemarin, kini sudah mendapatkan pasangan calon orang tua asuh yang akan mengadopsinya.

Pasangan ini bernama Istiqomah (30) dan Abdul Khalim (38) warga Desa Kandangmas RT 3 RW 10, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Istiqomah sendiri, saat ini bekerja sebagai seorang perawat di Puskesmas Kaliwungu. Ia bertugas di puskesmas ini sudah semenjak tiga tahun lalu.

“Dulu saya (bekerja) di Puskesmas Tanjung Rejo sekitar dua tahun, baru pindah ke sini (Puskesmas Kaliwungu). Kalau suami kerjanya wiraswasta berdagang dan bertani,” katanya saat ditemui di Puskesmas Kaliwungu, Selasa (8/9/2020).

Ia bercerita, ketika bayi perempuan tersebut dibawa ke Puskemas Kaliwungu ia sendiri yang menerima dan ikut merawat bayi tersebut. Beruntung pada saat itu dirinya mendapatkan sif kerja malam.

“Bayi tersebut sampai sini ya saya hanya fokus merawat dan menangani bayi itu. Setelah selesai merawat, saya baru ingin sekali mengadopsinya. Lalu saya telepon suami untuk minta persetujuan. Habis itu saya ke Dinas Sosial untuk tanya gimana cara dan prosedur untuk bisa mengadopsi si kecil,” jelasnya.

Istiqomah merawat bayi di Puskesmas Kaliwungu yang akan ia adopsi menjadi anak asuh. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Setelah melengkapi beberapa berkas, pihaknya datang lagi ke Dinas Sosial untuk menanyakan siapa yang akhirnya berhak mengadopsi bayi tersebut. Pasalnya, waktu itu tidak hanya Istiqomah yang berniat mengadopsi.

“Karena banyak yang ingin mengadopsi, makanya saya tanya lagi. Jawaban dari Dinas Sosial, saya yang ditunjuk,” terangnya.

Ia menyebutkan, ada beberapa pertimbangan kenapa dia yang dipilih untuk merawat bayi tersebut. Di antaranya, Istiqomahlah yang sejak awal merawat bayi itu setelah ditemukan.

Dia juga menjadi pihak yang kali pertama mengajukan adopsi. Selain itu, pasangan ini juga sudah delapan tahun menikah namun belum dikaruniai anak.

Menurutnya, suami dan keluarga besarnya sangat bersyukur dan bahagia bisa mengadopsi bayi perempuan tersebut.

Baca: Bayi Perempuan di Kudus yang Dibuang Depan Warung Kini Sudah Diadopsi

Pihaknya juga berencana, setelah sudah diperbolehkan membawa pulang akan memberikan bayi tersebut penghangat, perawatan khusus untuk menambah berat badan hingga merawatnya dengan penuh kasih sayang.

“Semalam juga pas libur, saya dan suami memang sengaja datang ke puskesmas. Daripada saya di rumah, kan anak saya di sini, lebih baik saya sama suami datang untuk menemani dan merawat anak saya,” ucapnya dengan spontan.

Ia juga mengaku sudah mengantongi nama yang cocok untuk bayi perempuan tersebut. Namun, dirinya belum mau mempublikasikan karena masih menunggu tasyakuran terlebih dahulu.

“Nama masih saya rahasiakan dulu, karena menurut adat di tempat saya harus diselamati (tasyakuran), seperti manakiban baru disebutkan namanya,” ucapnya.

Baca: Polisi Cari Pembuang Bayi Perempuan di Kudus, Tiga Saksi Sudah Dimintai Keterangan

Sementara Kepala Puskesmas Kaliwungu Drg Yuskal Yusrizal mengatakan, saat ini kondisi bayi sudah sangat stabil bahkan perkembanganya cukup bagus. Berat badanya pun sudah bertambah meski hanya 0,06 kilogram yang semula 2,1 kilogram kini menjadi 2,16 kilogram.

“Minum susunya juga sudah sangat bagus. Sekarang bayinya kalau lapar sudah mau menangis, kalau kemarin masih pasif. Kemarin juga sudah kami ambil sempel darahnya, alhamdulillah hasil laboratoriumnya bagus semua negatif mulai dari hepatitis hingga HIV,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...