Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pusri Klaim NPK Singkong Bisa Hasilkan 55 Ton Per Hektare

MURIANEWS, Pati – PT Pupuk Sriwidjaya Palembang (Pusri) anak perusahan PT Pupuk Indonesia (Persero) mengkalim pupuk NPK Singkong dengan komposisi 17-6-25, mampu menghasilkan 55 ton per hektare. Bahkan apabila unsur hara dalam tanah mendukung, produktivitasnya bisa lebih dari itu.

Untuk membuktikan itu, perusahaan tersebut telah membuat demplot mandiri yang bekerjasama dengan kelompok tani Makmur Tani di Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal. Terbukti, hasil panen lebih banyak dan ukuran umbi juga lebih besar.

General Manager (GM) Penjualan Produk Komersil PT Pupuk Sriwidjaya Palembang Dhias Ibrahim mengatakan, NPK singkong ini memang diproduksi secara khsus untuk tanaman singkong. Sehingga, komposisinya ada yang ditingkatkan dan ada yang dikurangi.

“Untuk NPK singkong sendiri, komposisi yang kami gunakan adalah Nitrogen 17 persen, Phosfat enam persen dan Kalium 25 persen. Kandungan NPK untuk singkong ini memang lebih tinggi dari pupuk pada umumnya,” kata Ibrahim.

Dia menjelaskan, penambahan kandungan pada nitrogen tersebut adalah untuk membuat tanaman lebih hijau dan segar. Selain itu juga untuk mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan tanaman, tinggi tanaman, jumlah cabang dan jumlah anakan.

“Kemudian yang tidak kalah penting adalah untuk meningkatkan kandungan protein hasil panen,” imbuhnya.

Sedangkan untuk komponen Phosfat dibuat menjadi enam persen untuk memicu pertumbuhan dan pembentukan akar. Meningkatkan rendemen dan komponen hasil panen.

Dalam NPK singkong ini, kandungan kalium memang cenderung lebih besar, yakni 25 persen. Jumlah tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pupuk yang lain. Manfaatnya, semakin tinggi kalium maka akan membantu tanaman singkong untuk lebih tegak dan lebih kokoh.

“Kalium juga membuat daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan. Yang lebih penting, kalium ini juga dapat meningkatkan pembentukan pati,” jelasnya.

Sehingga, dengan komponen NPK 17-6-25 ini, produksi pertanian singkong juga akan lebih banyak. Bahkan hasilnya bisa mencapai 55 ton per hektarenya.

“Inilah yang patut kita sosialisasikan kepada petani maupun kelompok tani. Bahwa pupuk khusus singkong juga kami sediakan agar produksi pertanian melimpah. Apalagi, munculnya NPK ini juga respon terhadap ketahanan pangan nasional,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...