Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kudus Batal Gelar Penilaian Tengah Semester Tatap Muka di Sekolah

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sebelumnya merencanakan untuk menggelar penilaian tengah semester (PTS) untuk SD hingga SMP di Kota Kretek secara tatap muka. Namun rencana itu dibatalkan, dan pelaksanaanya tetap dilakukan secara daring.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Nomor 420/1750./09.02/2020. Surat edaran ini berisi tentang revisi pelaksanaan PTS di Kudus.

Di mana sebelumnya pelaksanaan PTS boleh diadakan secara tatap muka. Namun, gelaran PTS yang dimulai Senin (7/9/2020) hari ini, secara resmi tetap digelar secara daring.

Plt Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada mengatakan, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri bagi kabupaten yang zona peta risiko Covid-19 berada pada zona merah dan oranye kegiatan belajar mengajar (KBM) dilarang tatap muka. Sehingga harus melanjutkan pola belajar dari rumah.

“Karena Kudus saat ini masih berada pada zona merah, maka pelaksanaan PTS yang sebelumnya direncanakan tatap muka, dialihkan menjadi daring,” katanya, Senin (7/9/2020).

Baca: Pemkab Kudus Izinkan Ujian Tengah Semester Digelar di Sekolah

Pelaksanaan PTS sendiri, lanjut Harjuna, untuk SD di mulai 7 September 2020 hari ini hingga 18 September 2020. Sedangkan untuk SMP akan dilaksanakan mulai 14 September 2020 hingga 25 September 2020.

“Dari sekolah dan orang tua wali juga diharapkan bisa memastikan siswa mengerjakan soal PTS dengan jujur sebagai pembentukan pendidikan karakter siswa,” jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada warga sekolah dan orang tua bisa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan mengubah adaptasi kebiasaan baru dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar bisa mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...