Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

95 Persen Petani di Kudus Diklaim Telah Kantongi Kartu Tani untuk Tebus Pupuk Subsidi

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengklaim jika 95 persen petani di Kudus telah memiliki Kartu Tani. Hal tersebut kembali dipastikan menyusul diberlakukannya pembelian pupuk bersubsidi dengan Kartu Tani per 1 September kemarin.

“Hampir 95 persen petani di Kabupaten Kudus sudah memiliki Kartu Tani sehingga ketika diberlakukan pada bulan ini sekalipun sudah siap,” kata Kabis Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Imam Prayitno, Rabu (2/9/2020).

Imam menambahkan, alokasi pupuk bersubsidi untuk menyongsong musim tanam pertama sudah tersedia. Kesiapan kios pupuk lengkap (KPL) sebagai pengecer dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi kepada petani juga diklaim sudah siap.

“Kartu Tani yang hilang maupun terblokir juga sudah diurus semua sehingga ketika diberlakukan sudah siap,” ujarnya.

Walau demikian, apabila masih mengandalkan alokasi pupuk sebelumnya dengan patokan pemilik Kartu Tani sebelumnya, pihaknya khawatir jika jumlah ketersediaan pupuk kurang mencukupi pada masa tanam pertama.

Mengingat pembuatan kartu tani dibuat secara bertahap. “Sehingga harus ada alokasi tambahan untuk para petani yang baru punya kartu tani,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan permasalahan yang terjadi di lapangan sebelumnya. Mulai dari mesin electronic data capture (EDC) untuk melayani transaksi pembelian pupuk bersubsidi dari petani yang rusak maupun sistemnya.

Ada juga, tambah dia, para petani yang tidak memiliki saldo tabungan, tetapi punya uang tunai. Untuk permasalahan ini, katanya, sudah diantisipasi oleh pemilik KPL.

Yakni dengan membantu pemilik Kartu Tani melakukan transfer ke rekening petani tersebut sebelum bertransaksi.

“Sehingga mereka yang memang memiliki kartu tani bisa mendapatkan pupuk sesuai kebutuhannya,” lanjutnya.

Untuk antisipasi petani yang tidak memiliki Kartu Tani, kata dia, masing-masing KPL memang diminta menyediakan pupuk nonsubsidi. Sehingga petani tetap terlayani dalam membeli pupuk.

“Kami optimistis, ketika semua petani di Kabupaten Kudus sudah memakai Kartu Tani dalam membeli pupuk bersubsidi, tidak ada lagi istilah pupuk langka,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...