Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tujuh Kebakaran Terjadi di Kudus Selama Agustus, Kerugian Ratusan Juta

MURIANEWS, Kudus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat ada tujuh peristiwa kebakaran pada bulan Agustus 2020 kemarin. Total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo merincikan, kebakaran yang paling hebat di bulan Agustus terjadi di sebuah kandang ayam di Desa Honggosoco RT 5 RW 3, Kecamatan Jekulo Kudus. Kandang tersebut terbakar pada Senin (31/8/2020) pagi.

“Dalam kejadian tersebut, 13 ribu ayam hangus dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 90 juta lebih,” kata Budi, Rabu (2/9/2020) siang.

Penyebab Kebakaran kandang ayam sendiri, kata Budi, adalah karena adanya korsleting arus listrik. Ditambah dengan bangunan yang berbahan dasar kayu dan banyaknya tumpukan jerami di dalam kandang. “Sehingga menghanguskan semua bangunan kandang ayam,” ujarnya.

Selain itu, kejadian kebakaran yang tak kalah besarnya terjadi di sebuah gudang tebu Desa Cranggan Kecamatan Dawe, Kudus.

Seluruh bangunan dan mesin produksi. Termasuk gula merah siap jual. “Total kerugiannya mencapai Rp 250 juta,” kata dia.

Untuk penyebabnya sendiri, adalah diduga karena anak pemilik gedung bermain lilin. Kemudian tetesan lilin mengenai slamper tebu yang kering. Panasnya cuaca membuat api cepat menyebar.”Ada dua gudang yang terbakar habis dalam kejadiaan tersebut,” terangnya.

Selain gudang tebu di Desa Cranggan Dawe, si jago merah juga melahap gudang tebu di Desa Puyoh Kecamatan Dawe dan satu rumah di Desa Kesambi, Mejobo.

“Dengan penyebab kebakara yakni cuaca yang sangat panas dan sisa api di tungku memasak,” lanjut dia.

Sementara tiga peristiwa lainnya adalah kebakaran lahan. Masing-masing kejadian terjadi di Desa Peganjaran, Bae sebanyak dua kali dan satu peristiwa kebakaran lagi yakni di Desa Samirejo, Dawe. “Semuanya karena membakar sampah,” rincinya.

Atas kejadian-kejadian kebakaran tersebut, Budi berharap masyarakat lebih waspada lagi terutama saat tengah membakar sampah. Apabila membakar, sebaiknya ditunggu hingga padam supaya tidak ada api liar yang merambat ke area lain.

Selain itu, masyarakat juga diminta teliti saat meninggalkan rumah. Usahakan semua peralatan elektronik dalam keadaan mati saat bepergian. “Serta jangan lupa untuk mengecek kondisi kompor,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...