Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

DPRD Jepara Minta RSUD Kartini Segera Optimalkan Peralatan Laboratorium RT-PCR

MURIANEWS, Jepara – Peralatan Laboratorium Real Time –  Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Covid-19 RSUD RA Kartini Jepara, diharapkan bisa secepatnya dioptimalkan. Dengan adanya adanya laboratorium ini, mereka berharap pemeriksaan sampel swab bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Plt Ketua DPRD Jepara Junarso mengatakan , pihaknya memberikan apresiasi terhadap keberadaan laboratorium ini. Apalagi izin operasional dari Kemenkes terhadap pengeoperasian alat tersebut sudah turun.

Karena itu, pihaknya berharap RSUD Kartini langsung bisa proaktif di dalam penanganan Covid-19 yang ada di Jepara. Ini mengingat, peralatan senilai Rp 2,5 miliar itu sudah ada sekitar sebulan di RSUD Kartini Jepara.

Selain itu, sesuai dengan informasi dari Dinke Provinsi Jawa Tengah, untuk penanganan Covid-19 akan ada target untuk pemeriksaan PCR yang harus dilakukan Kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Sehingga dengan adanya peralatan laboratorium RC-PCR di RSUD Kartini Jepara, penanganan di Kabupaten Jepara bisa semakin cepat dilaksanakan.

“Dari yang kami ketahui, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memberi target kepada masing-masing Kabupaten/kota untuk melakukan pengambilan sampel swab dengan jumlah minimal 1/ 1000 penduduk dari wilayah masing-masing. Dalam waktu selama 1 minggu secara terstruktur, sistematis dan masif, pengambilan sample swab ini harus dilakukan mulai 31 Agustus 2020,” ujar Junarso, Rabu (2/9/2020).

Berdasarkan ketentuan itu, maka untuk Kabupaten Jepara yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.275.000 jiwa lebih, harus melakukan test PCR sebanyak kurang lebih 1.200 orang dalam sepekan.

Atau dengan ketentuan ini berarti di Jepara harus dilakukan pengambilan sample swab sebanyak 180 orang dalam sehari. Karena itu pelaksanaannya harus dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif .

Dalam kegiatan ini nantinya, pemeriksaan sample swab yang dilakukan diminta dipastikan validitas datanya. Laboratorium RT-PCR RSUD RA Kartini juga diminta untuk bisa segera melakukan pemeriksaan sample dari sample-sample yang sebelumnya sudah diambil dari masyarakat. Sebab sejauh ini sudah hampir 20 hari di Jepara tidak dilakukan pemeriksaan swab PCR karena belum tertangani.

“Saya mendapatkan informasi, jika laboratorium rujukan untuk pemeriksaan swab yang biasa digunakan DKK Jepara mengalami overload. Jadi saya kira, labaoratorium RC-PCR milik RSUD Kartini Jepara bisa langsung mengambil alihnya. Sehingga bisa cepat diketahui bagaimana hasilnya,” tambah Junarso.

Terkait pengambilan sampel swab secara massif yang diwajibkan dilakukan oleh Pemkab Jepara, Junarso juga meminta agar dilakukan persiapan untuk langlah pendukungnya. Misalnya terkait dengan pelayanan kepada mereka yang harus melakukan isolasi.

”Kalau memungkinkan, Pemkab Jepara sudah menyiapkan lokasi karantina yang nyaman dan memberikan dampak psikis baik bagi mereka yang mungkin terkonfirmasi Covid-19,” imbuhnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...