Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

BPBD Petakan Daerah Rawan Kekeringan di Pati

MURIANEWS, Pati – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mulai memetakkan daerah rawan kekeringan. Setidaknya ada 88 desa dan 10 kecamatan di Kabupaten Pati terancam kekeringan.

Hal itu merujuk pada musibah kekeringan pada 2019 lalu. Namun, diperkirakan potensinya akan lebih rendah.

Kepala Seksi Logistik pada BPBD Pati Heru Kristianto mengatakan, dimungkinkan kekeringan di Pati tidak separah tahun lalu. Sebab, hingga akhir Agustus kemarin, hanya ada satu desa yang meminta droping air bersih.

“Kalau tahun 2019, penggelontoran air bersih sudah mulai sejak Juli. Bahkan intensitasnya lebih tinggi lantaran desa yang terdampak cukup banyak,” terangnya.

Untuk mengurangi potensi kekeringan yang berkepanjangan, pihaknya juga sudah menyiapkan 300 tangki air bersih. Apabila desa terdampak kekeringan cukup banyak, jumlah tangki tersebut dimungkinkan tidak mencukupi.

Namun, pada saat yang sama, ada banyak relawan datang. Bahkan dari perusahaan-perusahaan maupun irganisasi sosial biasanya juga turut membantu.

“Sementara, untuk 2020 ini, kami sudah siapkan 300 tangki (air bersih). Prediksi puncak kekeringan mungkin September-Desember,” terangnya.

Untuk data desa yang rawan terhadap bencana kekeringan, pihaknya mengaku sudah mengirimkan surat ke seluruh kecamatan berisi permintaan untuk mengirimkan data potensi kekeringan. Namun, baru empat kecamatan yang mengirimkan data, yakni Winong, Gabus, Jakenan, dan Sukolilo.

Heru mengatakan, pihaknya juga telah menyampaikan pada pihak pemerintah desa untuk segera mengajukan surat permohonan air bersih seandainya di wilayahnya mulai terjadi kekeringan.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...