Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Kudus Izinkan Ujian Tengah Semester Digelar di Sekolah

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus belum membuka sekolah untuk proses pembelajaran tatap muka. Namun khusus untuk ujian tengah semester (UTS) yang akan digelar mulai pekan depan, diizinkan untuk dilaksanakan di sekolah.

Hal ini ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (1/9/2020).

“Kalau pembelajaran umum masih daring. Tapi untuk UTS harus masuk, ujiannya harus di sekolah,” katanya.

Meski demikian, ada sejumlah aturan yang harus dipenuhi. Selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, siswa harus diantar dan dijemput orang tuanya.

”Tidak usah menggunakan seragam, karena tidak resmi masuk sekolah. Hanya tes setelah itu pulang dan saat berangkat harus diantar orang tua,” ujarnya.

Menurutnya, jika UTS digelar secara daring sangat tidak efektif. Nantinya jika tes digelar di sekolahan harus dengan protokol kesehatan secara ketat, serta dibagi menjadi dua sif.

“Ada yang masuk pagi dan masuk siang biar bisa mengurangi kapasitas di kelas. Soal juga harus ada soal A dan B. Nanti akan kami undang Disdikpora untuk membahas hal tersebut,” terangnya.

Ia menyatakan jika pembelajaran dan UTS dilakukan secara daring secara terus-menerus, peserta didik tidak akan berkembang dan siswa akan motivasi untuk belajar.

“UTS di sekolahan itu juga biar ada pemantauan dari guru kepada peserta didik. Untuk pembukaan sekolah, kami masih menunggu instruksi dari pusat dan harus melihat zona terlebih dahulu. Jika zona sudah hijau baru diizinkan,” tandasnya.

Terpisah, salah seorang wali murid Roy Kusuma mengaku setuju jika pelaksanaan UTS dilakukan di sekolahan. Sebab, kedua anaknya yang kini duduk dibangku SMP juga sudah mengikuti pembelajaran daring di rumah selama enam bulan.

“Saya tidak masalah kalau UTS di sekolahan, itu juga akan lebih efektif. Tapi pihak sekolahan juga harus menerapkan protokol kesehatan dan pengawasan dengan ketat,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...