Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tiap Tahun Ada Ratusan yang Pensiun, Jumlah PNS di Jepara Terus Berkurang

MURIANEWS, Jepara – Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS di lingkungkan Pemkab Jepara semakin berkurang jumlahnya. Sampai Agustus 2020, jumlah ASN-PNS di lingkungan Pemkab Jepara mencapai 7.637 orang. Jumlah ini dipastikan akan terus berkurang sampai akhir tahun ini.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara Samiaji mengatakan setiap tahun ratusan PNS banyak yang pensiun. Di luar itu juga ada yang menyampaikan pindah tugas ke daerah lain dan meninggal dunia.

Dari hasil pengangkatan CPNS tahun 2019, Pemkab Jepara mendapatkan tambahan 395 orang pegawai. Namun jumlah tersebut tidak langsung bisa membuat jumlah ASN PNS menjadi ideal.

Sebab sepanjang tahun 2020 ini saja sudah ada 461 orang ASN-PNS yang tercatat sudah memasuki masa pensiun. Rinciannya, pada Januari-Agustus sudah ada 323 orang yang dipastikan pensiun.

Sedangkan pada September ini aka nada 36 orang yang akan pensiun. Lalu pada Oktober ada 29 orang, November ada 34 orang, dan pada Desember ada 39 orang yang pensiun.

“Jadi seperti itu situasinya. Kami juga belum bisa memastikan kapan aka nada lagi pendaftaran CPNS. Dari pengangkatan CPNS terakhir pada 395 orang pegawai PNS baru. Namun pada tahun 2020 ini yang pensiun jumlahnya lebih banyak, sampai 461 orang,” ujar Samiaji, Selasa (1/9/2020).

Sampai saat ini jumlah ASN-PNS di Jepara jumlahnya 7.637 orang. Jumlah ini diakui tidak ideal untuk mencukupi kebutuhan jumlah pegawai. Formasi penambahan pegawai sejauh ini sudah disampaikan ke pemerintah pusat.

Namun hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan ada perekrutan CPNS lagi. Selama ini, masing-masing daerah hanya bisa mengajukan formasi pegawai yang dibutuhkan. Sedangkan untuk penentuan kuota yang diberikan, ditetapkan  oleh pemerintah pusat.

Berkurangnya PNS di lingkungan Pemkab Jepara sendiri dikarenakan beberapa sebab. Selain karena memang memasuki masa pensiun, ada juga pegawai ASN yang mengajukan pensiun dini.

Kemudian ada juga yang mengajukan mutasi atau pindah ke daerah lain. Juga ada kasus pemberhentian karena ada masalah dan karena meninggal dunia.

“Meski demikian, kendati jumlahnya bisa dikatakan tidak ideal, sejauh ini tugas-tugas pelayanan masyarakat masih tetap bisa dilaksanakan dengan baik. Kami sudah menyampaikan hal ini ke pemerintah pusat, dan hanya bisa menunggu perkembangannya,” tambah Samiaji.

 

Reporter: Budi erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...