Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Punya Kartu Tani, Petani di Kudus Waswas Tak Bisa Beli Pupuk Subsidi

MURIANEWS, Kudus – Para petani di Kabupaten Kudus mulai waswas akan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal tersebut, dikarenakan aturan Kementan Nomor 491 pada 19 Agustus 2020.

Di mana petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi harus membayar menggunakan kartu tani per 1 September mendatang. Sementara banyak dari petani Kota Kretek, belum memiliki kartu tani.

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kudus pun mengklaim hanya ada 30 persen petani Kudus yang memiliki kartu tersebut.

“Para petani mulai waswas, mereka takut saat masa tanam nanti, tidak bisa menebus pupuk,” ucap Hadi Sucahyono, Ketua KTNA Kudus, Minggu (30/8/2020).

Kondisi di lapangan sendiri, banyak petani yang tidak bisa menebus pupuk bersubsidi di Kios Pupuk Lengkap (KPL). Karena pihak KPL, lanjut dia, memang hanya mau melayani petani yang memiliki kartu tani.

“Sementara yang tidak memiliki, mereka tak berani melayani,” katanya.

Para petani, kata dia, bukan tidak mau membuat kartu tani. Hanya, regulasi yang kadang membingungkan dan terlalu lama diakui jadi kendala.

Pihaknya pun berharap ada kemudahan dan keringanan dalam membuat kartu tani tersebut. “Misal pihak perbankan dengan elemen-elemen terkait yang jemput bola, kami akan sangat terbantu,” tambahnya.

Sembari menunggu semua petani di Kudus mendapat Kartu tani, pihaknya juga berharap para petani yang belum memiliki kartu tani dan akan membuatnya diberi kelonggaran.

Yakni terkait pembelian pupuk subsidi tanpa menggunakan kartu tani terlebih dahulu. “Kami harap ini bisa jadi solusi semetara, sembari kami memproses kartu taninya,” lanjutnya.

Hadi menambahkan, sementara ini ada informasi bahwa Menteri Pertanian akan mengundur penerapan kewajiban kartu tani hingga tahun depan. Hanya saja, kebijakan tersebut belum ditindaklanjuti dengan surat resmi.

“Di kios pengecer masih menganggap kartu tani sudah akan diberlakukan,”tandasnya.

Sementara salah satu petani di Kudus, Jamiun mengatakan pupuk bersubsidi memang tengah langka. Hanya, dia tak tahu penyebab kelangkaan tersebut.

“Saya pegang kartu tani, tapi saya juga kesulitan karena langkanya pupuk subsidi,” kata dia.

Tak jarang, pihaknya harus mencari ke kecamatan yang berbeda untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. “Semoga ada pemecahan masalahnya,” jelas dia.

 

Reportee: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...