Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hanya di Colo Muria, Kopi Diolah Jadi Bakso dan Rasanya Maknyus

MURIANEWS, Kudus – Bakso dari kopi!. Mendengarnya mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin kopi yang biasa diseduh sebagai minuman, diolah jadi bakso.

Tapi, bakso kopi memang benar ada. Dan Anda hanya bisa menemui bakso unik ini jika berkunjung ke Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Desa ini dikenal sebagai destinasi wisata alam dan religius, karena di sana terdapat makam salah seorang wali yakni Sunan Muria atau Raden Umar Said. Selain itu, desa ini memang sebagai sentral penghasil kopi yang cukup besar.

Dalam proses pembuatan bakso ini, daging sapi masih menjadi bahan utama. Bedanya, di dalam adonan ditambahkan bubuk kopi. Dalam penyajiannya, cincangan daun kopi muda juga ditambahkan.

Sekilas, tekstur dan rasa bakso kopi tak jauh berbeda dengan bakso pada umumnya. Karena mulai dari warna, bentuk, dan pelengkapnya masih menggunakan khas bakso seperti pada umumnya. Namun aroma dan rasa kopi yang muncul, membuat bakso ini jadi lebih nikmat.

Pujiharto tengah menyiapkan bakso kopi pesanan pengunjung. ( MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Maka jika berkunjung ke makam Sunan Muria dan tak mencoba mencicipi bakso kopi ini akan rugi. Pasalnya, bakso kopi ini hanya bisa ditemui di tempat ini saja. Tepatnya di Basecamp Komunitas Kopi Muria, yang berada hanya sekitar 500 meter dari pangkalan ojek Muria.

Sang pemilik, Pujiharto menyebut jika bakso kopi ini merupakan inovasi baru dalam menikmati kopi.

Menurutnya, butuh belasan tahun untuknya memadukan rasa kopi dan bakso yang pas, agar tidak mengubah tampilan dan rasa khas dari bakso.

“Inovasi membuat bakso kopi sebenarnya sudah saya mulai tahun 2008 lalu. Saya cari perpaduan yang pas. Mulai dari percobaan membuat kuah, tapi ternyata rasanya kurang pas. Hingga akhirnya saya padukan kopi di dalam bulatan bakso,” katanya, Sabtu (29/8/2020).

Menurut dia, daun kopi sendiri mempunyai manfaat yang baik untuk tubuh sebagai antiinflamasi. Sedangkan untuk bubuk kopi yang bisa menetralkan bau khas daging sapi.

“Dulu daun kopi muda sebenarnya sudah biasa untuk lalapan saat makan. Untuk itu saya membuat bakso kopi dan menambahkan daun kopi muda, agar masyarakat yang kurang suka dengan kopi bisa menikmatinya dengan bakso ini,” jelasnya.

Dalam sehari dia mengaku bisa menjual bakso kopi ini sedikitnya 25 hingga 30 mangkok. Untuk harganya pun cukup tejangkau, hanya Rp 15 ribu saja.

“Karena memang tergolong baru, jadi memang banyak yang belum tahu. Tapi selama ini pembeli ada yang dari Pati, Jepara, hingga Semarang,” terangnya.

Sementara salah seorang wisatawan Sakti Aji mengaku, kali pertama mendengar bakso kopi dari temanya. Setelah itu penasaran dan sengaja datang bersama ketiga temannya untuk mencicipi rasa bakso ini.

“Kok bisa kopi jadi bakso, ini yang saya penasran. Rasanya enak, meski dipadu dengan kopi rasa dagingnya tetap ada, di dalamnya juga ada irisan daun kopi,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...