Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bayar Seikhlasnya Bahkan Gratis untuk Santri, Tiap Jumat Para Tukang Cukur Ini Beri Layanan Khusus ke Pesantren

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah tukang cukur di Kudus melakukan kegiatan yang perlu diapresiasi. Pasalnya, tiap hari Jumat beberapa tukang cukur ini selalu door to door ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kudus.

Mereka pun tak mematok tarif, alias boleh bayar seiklasnya bagi para santri yang ingin dicukur dan ditata model rambutnya. Bahkan pihaknya juga menggratiskan bagi santri untuk program rutin itu.

“Biasanya kalau Jumat kami di ponpes-ponpes gratis. Mulai dari pagi sampai sebelum Jumatan saja. Jadi ya sedapatnya, kurang lebih bisa sekitar 30 santri,” kata Beni Hardianto (27), salah satu barber yang ikut dalam program ini, Jumat (28/8/2020)

Untuk Jumat hari ini program ini dilaksanakan di Ponpes Darul Rachman yang berada di Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kudus. Di ponpes ini ada 250 santri yang mereka layani.

Ponpes ini pun menurutnya sudah menjadi langganan untuk programnya. Sudah beberapa kali program ini digelar dengan jumlah santri yang banyak.

“Di ponpes ini sudah langganan tiga kali. Kalau di sini biasanya kalau selesai dikasih seikhkasnya. Karena di sini semua santri harus dicukur,” ujar pria yang disapa Paman Ben ini.

Program pangkas gratis untuk santri dijadikan sebagai lahan amal bagi para barber ini. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Ia menyatakan, inisiatif cukur gratis di ponpes tersebut awalnya yang menggagas salah seorang temanya yang bernama Heri. Saat itu, rekannya baru bisa mencukur, setelah itu Heri punya ide untuk beramal dan sekaligus mengembangkan bakatnya dalam mencukur.

Akhirnya dipilih program mencukur gratis di ponpes. Setelah berjalan waktu, Heri teernyata kewalahan karena banyak santri yang meminta untuk dipangkas rambutnya.

“Kemudian meminta bantuan kepada teman-teman lain. Biasanya barber yang sering hadir ada delapan orang, yakni saya, Heri, Abas, Nongki, Ainul, Ilham, Yusrul dan Sahal,” ucapnya

Mereka yang terlibat dalam program ini semuanya punya barber shop sendiri. Kegiatan ini pun dijadikan mereka sebagai ladang ibadah,

“Mencari barokah, sekalian kumpul ngobrol bareng dengan teman-teman barber. Kurang lebih ini sudah berjalan sekitar dua tahun,” akunya.

Sementara Pengasuh Ponpes Darul Rachman, KH Muhtarom Arif menyatakan memang di ponpesnya tersebut santri diwajibkan untuk merapikan rambut dua bulan sekali.

Pihaknya sendiri mengaku sudah tiga kali mendatangakan para tukang cukur tersebut untuk memangkas rambut santri di ponpesnya.

“Apalagi setelah libur karena corona. Para santri dari rumah rambutnya panjang-panjang, biar kelihatan rapi hari ini saya panggil tukang cukur. Mereka tidak mematok tarif, tapi dari ponpes sudah ada anggaranya,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...