Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Koperasi Didorong Rangkul UMKM di Kudus  Terdampak Pandemi

MURIANEWS, Kudus – Koperasi-koperasi di Kudus diharapkan bisa merangkul para pelaku usaha mikro menengah (UMKM) di era pandemi corona seperti ini. Dengan begitu, para pelaku UMKM bisa perlahan bangkit dari keterpurukan saat pandemi seperti ini.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Rofiq Fachri mengatakan, di era sekarang, peran pemerintah dan koperasi sangat penting bagi pelaku usaha. Terlebih untuk cakupan pemasaran barang-barang UMKM.

”Seperti koperasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang membuka pasar tani seperti ini,” ucap dia usai membuka Pasar Tani di Ngemplak, Undaan, Jumat (28/8/2020).

Selain bisa memperkenalkan produk UMKM ke masyarakat luas, kegiatan pasar tani juga bisa mendorong produksi UMKM bisa lebih meningkat.

“Karena inilah kami harap koperasi bisa memperhatikan para pelaku UMKM ini,” ujarnya.

Disnaker Perinkop dan UKM Kudus sendiri, tambah dia, menyediakan pendamping bagi pelaku usaha. Di mana saat ini, pihaknya telah bermitra dengan Dinas UMKM Jawa Tengah.

”Pendamping ini akan mengusulkan kepada perbankan, agar para pelaku UMKM bisa mengakses dan memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR),” jelasnya.

Sementara Ketua KTNA Kudus Hadi Sucahyono mengatakan, saat ini pelaku UMKM di semua sektor sangat terdampak pandemi Covid-19. Pendapatan mereka, kata dia, diakui sangat menurun.

“Para pelaku usaha mikro ini, harus segera bangkit dari masa sulit ini,” ucapnya.

Koperasi pun, lanjutnya, berusaha memfasilitasi produk UMKM untuk bisa bermitra dengan BUMN. Pihaknya berinisiasi mengunggah produk UMKM mitranya ke website Kemenkop, Kementerian UMKM, dan kementerian terkait lainnya. “Agar pemasarannya kian meluas,” terangnya.

Sedangkan adanya Pasar Tani ini, kata Hadi, tidak hanya menampung hasil tani saja. Namun pengembangan produk lainnya. Sehingga bisa dimaksimalkan semua pelaku UMKM.

“Seperti makanan dan minuman. Para pelaku UMKM diharapakan bisa memaksimalkan fasilitas offline dan online untuk penjualan produknya,” tandasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...