Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Empat Desa di Jepara Dilanda Kekeringan

MURIANEWS, Jepara – Bencana kekeringan kembali melanda Kabupaten Jepara. Hingga akhir Agustus ini, total sudah ada empat desa yang mengajukan droping air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Pelaksana BPBD Jepara, keempat desa tersebut adalah Desa Kedung Malang (Kecamatan Kedung), Desa Tengguli (Bangsri), Desa Pendem (Kembang), dan Desa Clering (Donorojo).

“Permohonan tersebut ada yang dilakukan secara resmi melalui surat permohonan droping air bersih dan ada yang disampaikan secara lisan informal. Surat resmi yang disampaikan sudah ada yang kami disposisi ke Perumda Tirto Jungporo karena merupakan pelanggan air di desa yang ada,” kata Kusmiyanto, Jumat (28/6/2020).

Dibandingkan tahun sebelumnya, kekeringan yang terjadi tahun ini waktunya lebih mundur. Pada tahun 2019, pada bulan Juli sudah banyak desa yang mengajukan bantuan air bersih untuk kebutuhan masyarakatnya.

Tahun ini baru akhir Agustus, desa-desa mulai menyampaikan permohonan bantuan. Situasi tahun ini penanganannya akan menjadi sedikit rumit karena adanya pendemi Covid-19.

Alokasi dana di BPBD Jepara saat ini hanya sekitar Rp 24 juta. Meski tetap sama dibandingkan tahun 2019, namun untuk sumber-sumber dana lainnya belum bisa dipastikan.

Rencana kegiatan droping air bersih akan segera dilakukan secepatnya oleh BPBD Jepara. Dengan keterbatasan dana yang ada, BPBD Jepara sebelumnya menggantungkan sumber pembiayaan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak lain.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, anggaran Rp 24 juta tidak mencukupi untuk kebutuhan droping air bersih.

“Droping air bersih tentu akan segera kami laksanakan, meski tengah dalam masa pandemic covid 19. Kami juga sudah mulai menyiapkan sejumlah peralatan untuk kebutuhan ini. Diantaranya adalah 35 buah tandon air berkapasitas masing-masing 1.000 liter, dan truk tangki pengangkut air sebanyak dua unit,” tambah Kusmiyanto.

Tahun ini wilayah yang mengalami kekeringan diperkirakan akan bertambah dan meluas. Pada tahun sebelumnya, di Jepara ada 33 desa dan empat kelurahan yang mengalami krisis air bersih.

Namun demikian diharapkan musim kemarau yang menimbulkan krisis air tidak berlangsung lama. Akhir September diperkirakan musim hujan sudah mulai tiba, sehingga sumber air bersih sudah bisa diperoleh masyarakat.

BPBD Jepara, juga sudah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Jepara. Tahun ini tercatat 47 desa yang masuk dalam desa siaga darurat bencana kekeringan.

Hal ini sebaaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Jepara Nomor 360/287 Tahun 2020 tanggal 28 Juli 2020. Surat ini berlaku hingga 31 Oktober 2020.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...