Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Antisipasi Kelompok Intoleran, Ketua FKUB Jepara Minta Kerukunan Umat Beragama Dijaga

MURIANEWS, Jepara – Ketua FKUB Jepara KH Mashudi meminta agar kerukunan umat beragama bisa terus dijaga. Kerukunan biasa dimulai dengan komunikasi dan silaturahmi. Keragaman adalah kenicayaan dan kita tidak bisa hidup sendiri, harus rukun, dan toleran.

Pernyataannya ini ditegaskannya dalam Forum Silahturahmi Kebhinekaan yang digelar di Aula Ponpes Darut Taqrib (DATA), Jepara.

Menurut KH Mashudi, bangsa yang besar tidak boleh dicabik-cabik oleh segelintir orang yang tidak jelas siapa pemesannya dan apa pesanannya. Bahkan di Jepara pihaknya meminta agar tidak boleh ada darah tercecer sia-sia.

Hal ini terutama dengan adanya aksi demo oleh sekelompok orang di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji yang mengibarkan bendera tertentu.

“Dari apa yang telah terjadi, kita seharusnya bisa mengambil pengalaman atas semua itu. Tidak boleh terjadi lagi. Ini adalah pembelajaran penting dalam toleransi sampai akhir hayat,” ujar KH Mashudi, Kamis (27/8/2020).

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah bekerjasama dengan Ponpes Darut Taghrib (DATA) Jepara menggelar kegiatan Silaturahmi Kebhinekaan. Kegiatan ini dihadiri ratusan warga termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat di kota Jepara dan Jawa Tengah.

Forum ini mengambil tema “Memperkokoh Kerukunan Menuju Kejayaan dan Kesejahteraan di Masa Depan”.

Beberapa tokoh hadir dalam acara itu. Di antaranya adalah Ketua FKUB Jepara KH Mashudi sekaligus ketua MUI Jepara, Ketua FKUB Jateng KH Taslim Sahlan, Bupati Jepara Dian Kristiandai, Kapolres Jepara AKBP Nuryanto Dwi Nugroho dan Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Suharyanto.

Juga hadir dalam kesempatan itu, para perwakilan dari lima penganut agama resmi dan empat penganut kepercayaan. Lalu juga ada perwakilan dari LSM Gusdurian, LSM Pelita dan Elsa.

Ustadz Miqdad Turkan, selaku Pimpinan Ponpes DATA memuji kehadiran para tokoh, aparat, ulama dan elemen masyarakat tersebut. Dia menegaskan bahwa gerakan intoleran yang mengatasnamakan agama adalah penyebab terjadinya intoleransi yang membawa nama Tuhan.

Miqdad Turkam yang juga Anggota Dewan Syuro ABI Pusat, juga menyatakan sangat bersyukur atas terselenggaranya silahturahmi tersebut. Pihaknya berharap gerakan anti intoleransi akan menjadi gerakan massif yang menyebar ke seluruh Jawa Tengah.

“Terima kasih. Karena ini adalah kita yang sama, saudara dalam kemanusiaan”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Jateng, KH Taslim Sahlan mengatakan, Jawa Tengah harus terjaga dari sikap intoleransi. Semua elemen bangsa, apapun agama dan keyakinannya, tetap harus diayomi sekaligus juga saling menggayomi.

Semua harus saling memperkuat dan memperekat kebangsaan. NU dengan ke-NU-annya, Syiah dengan ke-Syiah-annya harus tetap menjadi bagian warga NKRI dan bangsa Indonesia.

Sedangkan Bupati Jepara, Dian Kristiandai menegaskan, Republik Indonesia berdiri bukan hanya untuk kelompok dan suku tertentu. Budaya dan adat istiadatnya adalah modal dasar berdirinya kemerdekaan. Forum –forum seperti ini sangat dibutuhkan sebagai bagian dari sebuah kebutuhan bersama.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...