Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berbulan-bulan Ditutup, Pedagang Terminal Wisata Kudus Dapati Dagangannya Membusuk

MURIANEWS, Kudus – Mulai Rabu (26/8/2020) hari ini Terminal Wisata Bakalan Krapyak Kudus kembali beroperasi, setelah hampir enam bulan ditutup karena pandemi. Selama ditutup, para pedagang di terminal ini merugi, lantaran tak bisa jualan.

Bahkan pedagang yang berjualan oleh-oleh makanan, banyak yang membusuk dan kedaluwarsa sehingga tak bisa dijual lagi.

Ini yang dirasakan salah seorang pedagang oleh-oleh Slamet Riyanto atau yang kerap disapa Pak Brong mengatakan. Selama terminal ditutup, ia tak bisa jualan sehingga dagangannya banyak yang busuk.

“Saya jualan oleh-oleh seperti jenang, carica, wajik, intip ketan hingga kerupuk kulit. Ini saya belum jualan baru bersih bersih, karena terminal baru hari ini di buka. Kalau yang busuk saya sisihkan, kalau yang bisa ditukar ya saya tukar tapi kalau tidak bisa ya dibuang,” katanya saat ditemui di kiosnya.

Jika dirupiahkan, lanjut Pak Brong, perkiraan kerugiannya mencapai Rp 10 juta bahkan bisa lebih. Ia mengaku hal tersebut karena saat tutup, seharusnya adalah musim peziarah. Sehingga ia sempat menyetok banyak dagangan.

“Biasanya kan pertengahan Rajab sampai Ruwah (Syakban) banyak yang membeli, karena tutup ya tidak bisa jualan lagi, karena memang kerjanya cuma ini pas ditutup kemarin ya tidak kerja,”ucapnya.

Baca: Lima Bulan Ditutup, Terminal Bakalan Krapyak Kudus Kembali Beroperasi

Meski demikian, pihaknya berterimakasih karena hari ini terminal sudah beroperasi lagi. Sehingga ia dan pedagang lain bisa berjualan seperti biasa.

Alhamdulillah ini sudah dibuka, saya senang sekali. Mudah-mudahan bisa segera normal berjualan lagi, dan bisa membayar utang saya,” akunnya.

Sementara Kasubag Tata Usaha UPT Perparkiran dan Terminal Dinas Perhubungan Kudus Reno Agung menyatakan, sudah hampir enam bulan para pedagang memang sudah tidak melakukan aktivitas berdagang, sehingga banyak dagangan yang membusuk.

“Ini mereka sudah mulai bersih-bersih kios untuk berjualan lagi. Hari ini permintaan dari masyarakat, paguyuban pedagang sudah bisa kami penuhi, yakni Terminal Wisata Bakalan Krapyak beroperasi kembali. Kami juga sosialisasi agar mereka menyediakan sarana cuci tangan di tempat jualanya,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...