Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Harga Garam Grosok di Pati Mulai Merangkak Naik

MURIANEWS, Pati – Harga garam di Kabupaten Pati mulai berangsur naik. Namun, kenaikan tidak begitu signifikan lantaran kalah bersaing dengan garam industri.

Sutaji, salah seorang penambak garam Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil mengatakan, harga garam memang naik, tetapi hanya sedikit. Untuk harga satu kilogram garam grosok harga hanya Rp 400. Itu pun kalau ada garam impor, harganya bisa turun.

“Naiknya sedikit-sedikit. Sekali naik paling Rp 25, kemudian selang beberapa minggu naik lagi Rp 25. Jadi tidak langsung banyak,” katanya, Rabu (16/8/2020).

Dia menambahkan, untuk kenaikan harga garam ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Meskipun sudah musim kemarau tetapi masih terjadi hujan. Sehingga harganya sedikit naik.

Hanya, kondisi itu juga bisa membuat petani khawatir. Sebab, apabila garam yang sudah mengkristal, tiba-tiba turun hujan, maka garam bisa hancur. Imbasnya, penambak tidak bisa panen.

“Memang harganya naik, tetapi hasil panen juga tidak bisa maksimal,” imbuhnya.

Untuk saat ini, lanjut Taji, kendala penambak garam cukup banyak. Selain faktor alam atau cuaca yang tidak menentu, garam impor juga menjadi kendala mengerikan. Semenjak adanya garam impor itu, garam lokal tidak banyak diserap.

Dia menyebut, harga garam pernah mencapai kejayaan pada tahun 2017 yang mencapai angka Rp 3.500 per kilogram. Namun untuk mencapai kejayaan itu lagi, diakui cukup sulit.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...