Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dampak Pandemi, Pemborong di Jepara Banyak yang Nganggur

MURIANEWS, Jepara – Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga kini, termasuk di Kabupaten Jepara. Akibatnya semua sektor terkena dampak. Baik itu dampak langsung maupun tidak langsung.

Di sektor infrastruktur fisik, pandemi Covid-19 sudah jelas menimbulkan dampak bagi para pemborong. Dana pembangunan melalui APBD dan APBN yang teralihkan penggunaannya untuk penanganan Covid, membuat para pemborong harus mati-matian mempertahankan eksistensinya.

Mudiyono, Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jepara, menyatakan sebenarnya para pemborong menghadapi masa-masa berat saat ini.

Banyak orang menilai pemborong merupakan kelompok masyarakat yang cukup kuat dalam menghadapi dampak pandemi. Namun, kenyataannya para pemborong juga menghadapi masa-masa berat dan banyak yang nganggur.

Dikatakannya, dari 85 anggotanya sampai saat ini hanya ada 30 persen yang melakukan regestrasi ulang ke asosiasi. Regestrasi ini dilakukan sebagai bagian untuk bisa mendapatkan Sertifikat Badan Usaha (SBU). Artinya dari seluruh anggota asosiasinya, sebagian besar nasibnya belum jelas diketahui.

”Pada masa pendemi saat ini, beban berat juga harus ditanggung oleh para pemborong. Ada banyak kewajiban yang tetap harus kami tanggung di tengah sepinya pekerjaan bagi para pemborong,” ujarnya.

”Tahun ini hampir separuh proyek dialihkan untuk penanganan covid. Sementara tahun depan masih ada 30 persen yang juga akan dialihkan. Sementara kami tetap harus membayar pajak dan berbagai hal terkait persyaratan sebagai pemborong,” ungkapnya.

Tanpa pandemi Covid-19, persaingan dunia konstruksi sudah sangat ketat dan sengit. Ditambah dengan adanya pandemi membuat situasinya bertambah menjadi buruk bagi para pemborong.

Saat ini di Kabupaten Jepara sendiri ada 35 asosisiasi jasa konstruksi yang anggota-anggotanya harus bersaing ketat untuk mendapatkan proyek.

Dengan situasi yang terjadi saat ini, tidak menutup kemungkinan aka nada banyak pemborong yang akan mengalami kebangkrutan. Situasi ini masih belum bisa diperkirakan akan berlangsung sampai kapan.

Pemborong-pemborong dalam kapasitas kecil dipastikan harus menghadapi situasi berat di dalam mempertahankan eksistensinya.

“Tidak ada covid saja persaingan sudah sangat berat. Apalagi lagi pada saat ini. Tentu saja ini akan tetap memberi dampak. Kemungkinan akan ada banyak pemborong yang harus mengalami kebangkrutan dalam usahanya bertahan di situasi sekarang ini,” tambah Mudiyono.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...