Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sempat Terabaikan Karena Pandemi, Puskesmas Kedung II Jepara Kembali Fokus Penanganan Stunting

MURIANEWS, Jepara – Persoalan stunting atau keterlambatan tumbuh kembang anak saat ini masih menjadi fokus Puskesmas Kedung II. Meski di tengah pandemi Covid-19, penanganan stunting masih terus dilakukan.

Kepala Puskesmas Kedung II Suhadi mengatakan, hingga saat ini total ada 475 balita di Kecamatan Kedung. Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya yang mengalami stunting.

Hanya, ia mengakui, upaya penanganan stunting sempat terbengkelai selama enam bulan terakhir. Hal itu lantaran konsentrasi pelayanan kesehatan terfokus pada pandemi.

“Harus kami diakui, masalah stunting ini memang sempat terabaikan sejak pandemi covid terjadi. Kegiatan penanganan terhadap stunting ini bahkan sama sekali tidak termonitor,” katanya.

“Semua fokus pada covid. Namun seiring dengan meredupnya kasus covid di Kedung, kami  memulai lagi upaya penanganannya,” ujar Suhadi, Selasa (25/8/2020) di Desa Surodadi, saat memantau kegiatan Posyandu.

Stunting di wilayah Kedung II, lanjutnya, ditengarai disebabkan banyak faktor. Di antaranya adalah karena sikap mental para orang tua sendiri. Kemudian juga masalah lingkungan, dan masalah pendidikan.

Orang tua dengan kondisinya yang ada di Kedung II, banyak yang abai dengan kesehatan anak-anak balita mereka. Sehingga pemenuhan gizi terhadap balita menjadi tidak mendapatkan perhatian secara serius.

Sementara itu, Nursiana Puspatinigtyas, Koordinator Posyandu di Kedung II, menyebutkan, jumlah kasus stunting di wilayahnya merupakan yang terbanyak se-Kabupaten Jepara.

Sedangkan untuk se-Kabupaten Jepara sampai saat ini masih ada 19 persen kasus stunting dari jumlah balita sebanyak 9.254 orang. Jumlah ini tentunya memang memerlukan penanganan serius lagi.

“Dulu, program penanganan stunting sudah dirancang sedemikian rupa. Namun karena pandemi Covid-19, situasinya menjadi berbeda. Kami berharap masalah ini bisa kembali mendapatkan perhatian, di tengah penanganan covid 19 yang masih tetap berlangsung,” ujar Nursiana.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...