Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pandemi, Pengrajin Pot Bonsai di Pati Ini Banjir Rezeki

MURIANEWS, Pati– Pengkerdilan tanaman atau bonsai di tengah pandemi Covid-19 ini tengah menggeliat. Bahkan kebiasaan di rumah saja, justru dimanfaatkan untuk membonsai tanaman sehingga menjadi lebih menarik.

Bersamaan dengan itu, pengrajin pot tanaman bonsai juga tidak kalah untung. Dengan membaca peluang yang ada, keuntungan dari hasil penjualannya pun melimpah ruah.

Hal itu dirasakan oleh Sunaryo (35) Warga Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil. Dirinya mengaku kebanjiran rezeki dari membuat pot bonsai tersebut.

Dia bercerita, pembuatan pot itu sudah dilakoninya sejak lama. Pot tidak hanya fokus pada tanaman bonsai, tetapi juga untuk tanaman yang lain.

Namun, selama pandemi ini, permintaan pot bonsai justru lebih banyak. Bahkan dalam sehari, puluhan pot bonsai berbagai ukuran laku terjual.

“Memang yang paling banyak pembeli adalah pada saat pandemi ini. Saya sendiri kadang sampai kewalahan untuk membuat lagi,” katanya, Senin (24/8/2020).

Pot bonsai yang dijualnya itu memang tergolong ekononis. Untuk pot kecil dengan motif sederhana, dijual dengan harga Rp 20 ribu. Sedangkan untuk ukuran yang besar dibanrol dengan harga Rp 150 hingga Rp 200 ribu.

Sunaryo mengecat pot bonsai sebelum dijajahkan untuk dijual. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

“Kadang ada juga yang pesan sesuai dengan motif yang diminta pemesan. Selama saya bisa, ya saya terima dan saya garap. Tapi para pemesan rata-rata suka setelah melihat hasilnya,” terang Petrek, sapaan karib Sunaryo.

Tak hanya dari Pati, pembeli juga datang dari luar daerah. Bahkan ada juga warga Jakarta yang memesan pot bonsai hasil karya tangannya itu. Hal itu tak lepas dari sistem pemasaran yang dilakukan secara online.

“Kadang orang Jepara juga datang ke sini, Rembang juga. Luar daerah ada banyak lah,” imbuhnya.

Dalam satu hari, pihaknya bisa membuat empat hingga lima pot mentah ukuran standar. Pembuatannya sendiri dilakukan secara manual dengan material pasir, semen dan sedikit besi untuk penguat.

Sementara untuk pendapatannya sendiri, dia mengaku tidak pernah menghitung. Hanya, itu bisa dilihat dari hasil penjualan yang dilakukan. Dalam sehari, terkadang pot bisa terjual tujuh hingga sepuluh biji.

“Hasilnya lumayan lah. Saya sendiri tidak pernah menghitung. Yang penting, ketika stok habis, saya langsung membuat lagi,” terangnya.

Untuk motif, dirinya memang sering memutar itak agar motif pot bonsai yang dibuatnya itu mempunyai bentuk yang berbeda dengan lainnya. Motif yang rumit pun, dirinya mengaku pernah membuat. Tetapi memakan waktu cukup lama.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...