Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Makam Syeikh Sadzali di Kudus Mulai Dibuka 24 Jam

MURIANEWS, Kudus – Makam Syeikh Sadzali yang merupakan guru dari Sunan Muria yang berasal dari Timur Tengah yang berada di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mulai buka 24 jam penuh di bulan Muharam.

Sebelumnya kompleks makam ini hanya dibuka pada siang hari, setelah beberapa bulan ditutup karena pandemi.

Di bulan ini para peziarah bisa sewaktu-waktu berkunjung ke makam tersebut, baik itu pagi, siang, sore ataupun malam hari.

Namun, jangan lupa saat berziarah ke sana diwajibkan membawa masker. Karena ada petugas yang menjaga kesiapan protokol kesehatan sebelum masuk ke kawasan sekitar makam.

“Semenjak adanya pandemi Covid-19 makam sempat ditutup. Baru kembali dibuka setelah Idul Fitri, tapi hanya untuk siang hari saja kalau malam tutup. Ini semenjak malam 1 Muharam kemarin kami buka 24 jam selama satu bulan,” kata petugas piket pengurus makam Sarono.

Meskipun baru dibuka 24 jam mulai Rabu (19/8/2020) malam, ia mengaku peziarah yang datang cukup banyak. Walaupun jumlahnya masih jauh bila dibanding sebelum adanya pandemi corona.

“Sebelum adanya corona di bulan seperti ini sehari bisa 150 orang bahkan kadang lebih. Sekarang paling 50-an, itu juga mereka yang ke sini harus membawa masker dan mencuci tangan dulu di petugas depan,” ujarnya.

Baca: Dipercaya Bawa Berkah, Air Tiga Rasa Rejenu Ramai Pengunjung Saat Satu Suro

Menurutnya saat paling ramai peziarah yang datang yakni di bulan Muharam dan bulan Sya’ban. Peziarah Makam Syeikh Sadzali pun bukan hanya dari warga Kudus saja. Mulai se eks-Karesidenan Pati, Jawa Barat, Kalimantan, hingga Jakarta.

“Pernah dulu ada rombongan dari Malaysia juga. Yang datang tidak hanya dari orang muslim saja,” ungkapnya.

Salah seorang peziarah Budiono asal Semarang mengaku sudah sering datang ke Makam Syeikh Sadzali. Namun kali ini ia datang bersama ibunya menggunakan kendaraan roda dua.

“Sebenarnya awal dulu kesini tidak tamu kalau ada makam, tahunya air Tiga Rasa. Dulu dari Makam Sunan Muria jalan kaki, sesampainya di sini baru tahu kalau ada Makam Syeikh Sadzali. Setelah itu baru saya sering ziarah ke Makam Syeikh Sadzali,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...