Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Nasi Jangkrik Buka Luwur Makam Sunan Kudus Akan Dibagikan Door to Door

MURIANEWS, Kudus –  Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) memutuskan untuk meniadakan antrean pembagian nasi jangkrik dalam tradisi buka luwur tahun ini. Hal tersebut dilakukan karena pertimbangan tengah mewabahnya virus corona di Kota Kretek.

Walau demikian, pembagian nasi jangkrik tetap akan dilaksanakan pihak yayasan. Yakni dengan cara membagikannya dari rumah ke rumah di sekitaran kompleks Masjid Menara.

Panitia kegiatan tradisi buka luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis mengatakan, perayaan tradisi buka luwur pada tahun ini memang digelar cukup sederhana. Mengingat ada sederet protokol kesehatan yang harus ditaati panita penyelenggara.

“Karena masih masa pandemi Covid-19, seluruh rangkaian prosesi tradisi buka luwur dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya ketika dihubungi via WhatsApp, Jumat (21/8/2020) pagi.

Selain itu, pihak panitia juga tetap akan mengadakan pembagian berkat salinan. Berkat salinan sendiri, lanjut dia, diperuntukkan untuk para masyarakat yang telah memberikan sedekah.

Haris merincikan, bagi masyarakat yang telah bersedakah untuk acara buka lurwur Sunan Kudus, akan diberi kartu. Di acara puncaknya, kartu tersebut akan ditukarkan dengan berkat nasi jangkrik.

“Seperti khasnya, isinya nasi putih dan olahan daging kerbau yang dibungkus dengan daun jati,” kata dia.

Tradisi buka luwur sendiri sudah dimulai sejak penjamasan pusaka Sunan Kudus sepekan yang lalu. Kemudian dilanjutkan dengan tradisi ganti luwur Makan Sunan Kudus pada, Kamis (20/8/2020) kemarin.

Luwur yang dibuka, diganti dengan kain baru. Proses pemasangan luwur baru ini akan dilakukan pada 10 Sura  (Muharram) mendatang.

“Kain sepanjang 34,8 pis atau jika diukur dalam meter mempunyai panjang 34,29 meter per pisnya dilepas dan dikeluarkan dari areal makam menuju bangunan tajug satu per satu,” rincinya.

Untuk motif kainnya, terdiri dari motif kompol, motif melaten, motif wiru, dan motif ranjam. Motif tersebut dibuat dengan kualitas kain yang berbeda. Pemasangannya juga memiliki tempatnya sendiri-sendiri.

Seperti motif ranjam diletakkan di area dalam. Motif kompol yang diletakkan di pojok-pojok makam. Serta motif melaten yang digunakan untuk menghias bagian dalam. Dan motif waru yang digunakan untuk menutup. “Jadi tiap motif kain punya penempatannya sendiri-sendiri,” terangnya.

Sedang luwur lama yang dipasang tahun lalu, akan dibagikan ke warga sekitar kompleks masjid. Kain dari makam Sunan Kudus ini banyak yang mempercayai mempunyai berkah tersendiri.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...