Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sidang Sengketa Lahan PLTU Tanjung Jati B Jepara Akan Diputus 10 September

MURIANEWS, Jepara – Pengadilan Negeri (PN) Jepara kembali menggelar sidang sengketa kepemilikan lahan di proyek PLTU Tanjung Jati B. Pada sidang yang digelar Rabu (19/8/2020), Majelis Hakim PN Jepara menerima kesimpulan pokok masalah dari masing-masing pihak yang berurusan.

Manjelis Hakim PN Jepara terdiri dari Yuli Purnomosidi (hakim  ketua), Veni Mustikowati (anggota) dan Dami Hardiyantoro (anggota), hanya menggelar sidang tidak lebih 10 menit. Setelah memastikan kedua hanya menyampaikan secata tertulis, akhirnya sidang ditunda hingga 10 September.

Baca: Sengketa Tanah Proyek PLTU Jepara, PT Central Java Power Digugat Rp 15 Miliar

Kesimpulan dari kedua belah pihak tidak dibeber secara lisan dalam kesempatam itu. Melainkan disampaikan secara tertulis kepada majelis hakim. Baik dari pihak penggugat maupun tergugat.

Dari kesimpulan yang disampaikan, selanjutnya hakim akan melakukan pembahasan terkait putusan yang akan disampaikan. Selanjutnya sidang dinyatakan ditunda hingga 10 September 2020. Pada sidang tersebut akan dibacakan putusan sidang sengketa lahan tersebut.

“Setelah menerima kesimpulan dari pihak penggugat maupun tergugat, kami akan melakukan pembahasan. Sidang selanjutnya dengan agenda putusan, dilaksanakan 10 September 2020,” ujar Hakim Ketua, Yuli Purnomo sesaat sebelum menutup persidangan.

Baca: Sengketa Tanah PLTU Jepara, Sidang Pemeriksaan Objek Diwarnai Aksi Demo Warga

Usai sidang, Kuasa Hukum dari penggugat,  Mulyanto mengatakan proses persidangan yang dilaksanakan dari awal berjalan dengan lancar dan sesuai dengan aturan persidangan.

Pihaknya pun siap menunggu putusan majelis Hakim, dan optimistis gugatan yang disampaikan dikabulkan oleh Majelis Hakim PN Jepara.

Baca: 31 Orang Terkonfirmasi Positif Corona, PLTU Tanjung Jati B Jadi Klaster Baru di Jepara

Dalam simpulan yang diserahkan kepada majelis hakim, penggugat tetap menuntut lahannya dikembalikan kepada ahli waris. Termasuk ganti rugi hasil lahan selama sembilan tahun sebesar Rp 1 miliar lebih.

“Kami siap menunggu putusan dari hakim. Dari proses persidangan dan bukti-bukti yang ada kami optimistis, gugatan kami bisa dikabulkan,” ujar Mulyanto, Rabu (19/8/2020).

Baca: Satu Pegawai PLTU Jepara Meninggal karena Covid-19, Empat Lainnya Positif

Sedangkan dari kuasa hukum para tergugat, seperti dalam sidang-sidang sebelumnya, tidak mau memberikan  statemen kepada awak media. Mereka hanya menyatakan masih akan menunggu putusan hakim.

Sidang sengketa lahan di proyek PLTU Tanjung Jati 5-6, bermula dari penjualan tanah hak miliki Suri Jemadin oleh Tasri dan Tabri kepada PT Central Java Power seluas 1.370 m2. Penjualan tanah  tersebut kemudian didgugat oleh kedua ahli waris Suri Jemadin, Susiati dan Suliyat.

Karena mereka merasa tidak pernah menjual tanah tersebut. Saat ini lahan yang disengketakan sudah tak berbekas lantaran sudah berdiri bangunan pembangkit listri PLTU Unit 5-6.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...