Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada yang Meninggal dan Sakit, Porsi 22 Calon Jemaah Haji Grobogan Dilimpahkan

MURIANEWS, Grobogan – Sebanyak 22 kursi calon jemaah haji asal Grobogan dilimpahkan ke anggota keluarga lain. Penyebabnya, para jemaah itu tak bisa berangkat karena sakit parah hingga meninggal dunia.

Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah pun melakukan sistem jemput bola untuk melayani pelimpahan porsi calon jemaah haji asal Grobogan yang meninggal maupun sakit permanen.

Di mana, untuk penyelesaian administrasi pelimpahan porsi itu cukup dilakukan di kantor Kemenag Grobogan. Setelah berkas diverifikasi dan dikirim via email ke Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Jateng.

“Seperti diketahui, saat ini masih dalam masa pandemi. Jadi, petugas dari Kanwil Kemenag Jateng bidang PHU yang jemput bola ke sini untuk melayani pelimpahan porsi tersebut,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Grobogan Abdur Rouf di kantornya, Rabu (19/8/2020).

Menurut Rouf, untuk di Grobogan, ada 22 porsi yang dilimpahkan. Rinciannya, 21 calon haji tersebut meninggal dan satu lainnya sakit permanen.

Adapun jadwal keberangkatan 22 calon jemaah haji itu berbeda-beda. Ada yang jadwalnya berangkat tahun 2020 ini maupun beberapa tahun mendatang.

“Pelimpahan porsi bisa dilakukan kepada semua calon jemaah haji yang sudah meninggal dan sakit permanen kapanpun tahun keberangkatannya,” katanya.

Pelimpahan porsi itu dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan Surat Edaran Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI Nomor 20002 Tahun 2020 tanggal 20 Februari 2020 tentang Pelimpahan Nomor Porsi Jemaah Haji.

Sesuai peraturan itu, porsi calon jemaah haji bisa dilimpahkan dengan alasan meninggal dunia atau sakit permanen.

Dijelaskan, prosedur pelimpahan porsi kepada calon penerima dilakukan dengan mengajukan surat permohonan tertulis dan melampirkan sejumlah persyaratan yang ditentukan.

Antara lain, surat kematian, bukti setoran awal BPIH, surat kuasa pelimpahan, surat tanggungjawab mutlak, bukti identitas berupa KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, kutipan akta nikah, dan surat keterangan sakit dari rumah sakit untuk CJH yang sakit permanen.

Lebih lanjut Rouf menjelaskan, pelimpahan porsi calon haji yang meninggal maupun sakit itu hanya bisa diberikan pada orang tertentu saja.

Seperti, suami, istri, ayah, ibu, anak kandung atau saudara kandung dan sudah disepakati secara tertulis oleh pihak keluarga.

“Orang yang bisa menerima pelimpahan porsi itu sudah ditentukan. Jadi, tidak bisa dilimpahkan di luar ketentuan itu. Misalnya, cucu atau kerabat dari calon jemaah yang sakit permanen atau meninggal tidak bisa dapat pelimpahan porsi,” terangnya.

Ditambahkan, untuk mereka yang pada saat mengajukan pelimpahan nomor porsi dari calon haji itu minimal berumur 12 tahun. Tetapi pada saat keberangkatan ibadah haji nanti orang itu sudah berusia paling rendah 18 tahun atau sudah menikah.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...