Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Biasa, Ganjar Ajak Veteran Perang Naik ke Podium Inspektur Upacara Hari Kemerdekaan

MURIANEWS, Semarang – Peristiwa yang tak biasa ditunjuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat menjadi inspektur upacara HUT RI di halaman Kantor Gubernur Jateng, Senin (17/8/2020). Saat membacakan amanat upacara, Ganjar tiba-tiba mengajak salah satu veteran perang kemerdekaan untuk naik ke podium inspektur upacara.

Padahal biasanya dalam upacara kemerdekaan, para veteran selalu duduk di barisan tenda tamu kehormatan.

Ganjar meminta veteran bernama M Amin Munadjat, yang merupakan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jateng untuk memberikan pesan-pesan kemerdekaan.

“Di ulang tahun ini rasanya sangat jarang kita mendengar apa kata veteran, apa yang dirasakan beliau. Dalam kesempatan yang baik ini saya mengundang senior kita, veteran kita untuk naik ke podium ini, saya persilahkan,” kata Ganjar.

Sejumlah pejabat dan peserta upacara nampak terkejut dengan permintaan Ganjar. Oleh sebab permintaan itu tidak ada dalam tata urutan upacara yang telah disusun.

Sesaimapinya di podium, Munadjat mengomentari cerita Ganjar tentang Mbah Padmo Darsono. Sebelumnya dalam amanat upacara, Ganjar memang bercerita tentang sosok Mbah Padmo warga di Dusun Girpasang, Kabupaten Klaten.

Ia bahkan belajar banyak dari seorang tokoh bernama Mbah Patmo Darsono yang sudah berusia sekitar 70 tahun tetapi tetap bersemangat dan selalu bersyukur tanpa mengeluh.

Padahal Mbah Padmo tinggal di dusun yang lokasinya sangat terpencil. Ganjar pernah menyambangi kediamannya. Ganjar harus jalan kaki naik turun jurang selama 45 menit untuk sampai ke rumah Mbah Padmo. Saat itu Ganjar mengantarkan daging kurban untuk Mbah Patmo dan 12 kepala keluarga yang menghuni kampung itu.

“Kami sungguh mengapresiasi apa yang sudah Pak Gubernur lakukan terhadap masyarakat Jawa Tengah. Di tengah gemerlapnya Semarang, Bapak tidak lupa jauh di ujung sana, di puncak bukit, ada masyarakat kita yang sangat sederhana. Itu patut kita apresiasi,” kata Munadjat.

Dalam pesan-pesannya, Munadjat menyatakan keprihatinan melihat melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, hankam, dan agama menjadi bahan yang diperdebatkan secara berlebihan bahkan keluar dari konteksnya. Menurutnya, perbedaan pandangan itu tak seharusnya menjadi perpecahan.

”Kita harus bersama, bersatu untuk mengatasi Covid-19 yang dampaknya sampai ke seluruh aspek kehidupan. Kita bangsa bhinneka dan kita harus menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya pedoman oleh setiap warga bangsa,” ungkapnya.

Munadjat juga secara khusus menitipkan pesan pada Ganjar untuk terus menjaga persatuan,keguyuban, dan kerukunan warga. “Kami tahu bapak sudah berbuat banyak untuk Jawa Tengah, namun mewakili teman-teman veteran kami titip agar jateng tetap terjaga persatuan kesatuannya, guyub rukun warganya, dijiwai nilai-nilai Pancasila untuk menajdi bangsa yang tata tentrem kerta raharja,” ungkapnya.

Dalam upacara Hari Kemerdekaan di lingkungan Provinsi Jateng kali ini digelar secara sederhana. Jika biasanya selalu meriah di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, tahun ini hanya digelar di halaman Kantor Pemprov Jateng dengan peserta sebagian ASN, perwakilan TNI-Polri dan pelajar.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...