Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jubir GTTPP Covid-19 Jepara Baru Tahu Posisinya Diganti Pagi Tadi

MURIANEWS, Jepara – Perubahan kebijakan dalam penanganan Covid-19 Jepara oleh Bupati Jepara ternyata memang belum diketahui banyak pihak. Termasuk pergantian posisi juru bicara (Jubir) dari dr M Fakhrudin ke Moh Ali yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara.

Saat dihubungi, Sabtu (15/8/2020), dr Fakhrudin menyatakan baru saja diberi tahu jika posisinya diganti pada pukul 09.20 WIB pagi tadi.

Dalam pemberitahuan tersebut, ia dijelaskan jika posisinya sebagai jubir sudah diganti dalam rapat evaluasi Covid-19 Jepara yang digelar Kamis (13/8/2020) lalu.

Baca: Berubah Nama Jadi Satgas, Jubir GTPP Covid-19 Jepara Diganti

Sehingga pada Jumat (15/8/2020), dirinya masih sempat menyampaikan release kepada media berkaitan dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Jepara.

Dalam release tersebut disebutkan bahwa saat ini Kabupaten Jepara sudah mulai membaik dan masuk dalam zona oranye setelah sekian waktu masuk kategori zona merah.

Karena belum mengetahui diganti dirinya tetap mengatasnamakan sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara.

Baca: Wujudkan Hak Angket, Nasdem Jepara Akui Gerilya ke Sejumlah Fraksi

“Hasil rapat Kamis (13/8/2020) kemarin, Ketua GTPPC sudah menunjuk jubir baru, pak Muh Ali. Saya baru tau tadi jam 09.20 WIB pagi tadi. Tolong pamitkan ke teman-teman wartawan ya. Mohon maaf jika ada gesah – geseh (salah paham-red) selama ini. Semoga jubir baru bisa lebih oke,” ujar dr M Fakrudin, Sabtu (15/8/2020).

Sementara itu, sejumlah pejabat dan anggota GTPP Covid-19 Jepara, menyatakan tidak tau menahu soal ini. Beberapa pihak juga menyatakan tidak mengetahui jika ada rapat evaluasi penanganan Covid-19 pada hari Kamis (13/8/2020) lalu.

Kemungkinan besar rapat tersebut hanya diikuti oleh sejumlah pihak saja secara terbatas. Karena sebagian besar pejabat yang masuk dalam GTPP Covid-19, mengaku tidak ada undangan rapat evaluasi tersebut.

“Tidak ada kayaknya, tapi nggak tau kalau rapatnya digelar terbatas dan hanya orang tertentu. Namun yang jelas, saya juga baru tau kalau ternyata ada beberapa perubahan terhadap pengorganisasian penanganan Covid,” ujar salah satu pejabat di Jepara yang tidak ingin namanya disebutkan, Sabtu (15/8/2020).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...