Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Turun 30 Persen, Industri Konveksi Pembuat Seragam Sekolah di Pati Kembang Kempis

MURIANEWS, Pati – Diberlakukannya sitem daring dalam kegiatan belajar mengajar, membuat industri konveksi pembuatan seragam sekolah di Pati kembang kempis. Pasalnya, omzet mereka turun hingga 30 persen dibandingkan sebelum masa pagebluk terjadi.

Hal itu diakui oleh Karmisih, pengusaha konveksi di Desa Penjunan, Kecamatan Pati. Dirinya mengatakan, untuk permintaan seragam eceran mengalami penurunan hingga 100 persen. Sementara pesanan paket seragam dari pihak sekolah turun 30 persen.

“Penjualan harian selang 3-4 bulan ini menurun drastis untuk yang ecer. Sedangkan untuk paket seragam banyak yang ditunda, baik lokal maupun luar Jawa,” ujarnya.

Hal ini berbanding terbalik dengan tahun ajaran baru sebelumnya. Dulu, per hari ia mampu menjual 500 unit seragam TK maupun SD secara ecer. Permintaan tidak hanya dari Jawa, tetapi ada juga yang dari Sumatra maupun Kalimantan.

Karmisih, pengusaha konveksi di Desa Penjunan, Kecamatan Pati menunjukkan barang dagangannya. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

“Biasanya bulan Juli itu sampai kehabisan stok, tetapi tahun ini hingga Agustus masih utuh seragamnya. Banyak pesanan luar Jawa yang ditunda, ada yang hanya ambil 50 persen saja karena kurang uang dan sisanya diambil tahun berikutnya,” keluhnya.

Karena kondisi itu, pihaknya pun terkasa harus merumahkan 25 karyawan harian dan borongan. Selain itu, lima karyawan lainnya terpaksa harus diberhentikan.

“Karyawan harian masih tetap bekerja seperti biasa, tetapi karyawan borongan sudah diliburkan karena memang tidak ada kerjaan, bagaimana lagi,” ucapnya.

Turunnya permintaan akan seragam sekolah ini, praktis mengakibatkan omzet penjualan mengalami penurunan. Dirinya pun berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...