Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tiga Pemilik Karaoke di Pungkruk Diperiksa Satpol PP, Sembilan PK Ikut Dibina

MURIANEWS, Jepara – Satpol PP Jepara melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang pemilik usaha karaoke ilegal. Mereka diperiksa karena diduga melakukan pelanggaran terhadap Perda No 9 Tahun 2016 tentang usaha karaoke.

Usaha karaoke mereka diduga ilegal dan tidak memenuhi persyaratan yang berlaku. Pemeriksaan dilakukan pada Kamis (13/8/2020) menyusul dilaksanakan razia usaha karaoke ilegal.

Kabid Penertiban dan Penegakan Perda Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara Anwar Sadat mengatakan, pihaknya melakukan operasi pembatasan kegiatan masyarakat dan sekaligus penegakan Perda pada Rabu (12/8/2020) malam.

Sejumlah usaha karaoke di kawasan pantai Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, diketahui tetap beroperasi kendati tidak memiliki izin sesuai dengan Perda No 9 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pariwisata di Kabupaten Jepara.

Dalam kegiatan itu, dilaksanakan juga dengan bekerjasama dengan petugas Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jawa Tengah dan Satuan Narkoba Polres Jepara.

Razia yang dilakukan menjelang tengah malam tersebut mendapati sebuah kafe yang menyediakan fasilitas karaoke yang cukup besar dan masih beroperasi.

“Dari dalam tempat tersebut, didapati sembilan orang PK (pemandu karaoke) yang sedang menunggu pelanggan. Tidak hanya di data, dari sembilan orang pemandu tersebut diambil sampling dua orang, untuk dilakukan tes narkoba. Setelah dites urine, didapatkan hasil negatif,” ujar Anwar Sadat, Kamis (13/8/2020).

Selain melakukan beberapa penyitaan barang bukti, pihaknya juga melakukan penutupan terhadap usaha karaoke tersebut. Penyegelan dilakukan dengan memasang gembok serta pemasangan Satpol PP Line.

Selanjutnya proses hukum terhadap pelanggaran Perda No. 9 Tahun 2016 terhadap pemilik dilanjutkan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Berdasarkan pemeriksaan, cafe yang digunakan untuk usaha karaoke ini dimiliki oleh tiga orang. Hari Kamis (13/8/2020) pemeriksaan terhadap pemilik karaoke di lakukan. Sedangkan sembilan orang pemandu karaoke juga dipanggil lagi untuk dilakukan pembinaan.

“Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap pemilik dan juga pembinaan terhadap sembilan pemandu karaoke yang terjaring operasi, kemarin malam. Kasus ini kami lanjutkan ke Pengadilan Negeri Jepara untuk sidang tipiring,” tambah Anwar Sadat.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...