Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dinantikan Ojek dan PKL, Pembukaan Terminal Wisata Bakalan Krapyak Kudus Tunggu Instruksi Plt Bupati

MURIANEWS, Kudus – Terminal Wisata Bakalan Krapyak Kudus yang menjadi tempat parkir utama bus wisata Menara Kudus dan tempat mengais rezeki bagi pedagang PKL, tukang becak, dan tukang ojek wisata, kini masih ditutup.

Padahal, tempat wisata di Kabupaten Kudus sendiri sudah diperbolehkan untuk beroperasi. Beberapa bus dari luar kota juga sudah ada yang berdatangan untuk berziarah.

Kepala Dinas Perhubungan Abdul Halil mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan Terminal Wisata Bakalan Krapyak dibuka kembali. Karena pihaknya masih menunggu instruksi dari Plt Bupati Kudus HM Hartopo.

“Kami sudah mengusulkan kepada Plt bupati dengan kajian baru  terkait protokol kesehatan, untuk pembukaan Terminal Bakalan Krapyak. Jika nanti sudah diizinkan, akan segera kami buka,” katanya (12/8/2020)

Pihaknya mengakui, sudah ada pertimbangan terkait pengusulan pembukaan terminal tersebut. Salah satunya dari pedagang dan tukang ojek sudah ingin agar segera dibuka kembali, dan juga para peziarah sudah mulai berdatangan ke Makam Sunan Kudus.

“Selain itu sudah ada bus wisata yang mulai berdatangan dan memakirkanya di tepi jalan, sehingga mengganggu lalu lintas. Kami sudah simulasi, jadi sewaktu-waktu jika sudah diperbolehkan buka, Kami sudah siap,” ucapnya.

Terpisah, salah seorang tukang ojek  Terminal Wisata Bakalan Krapyak Roni berharap, agar terminal segera dibuka. Agar perekonomian di sekitar tempat tersebut bisa kembali berjalan.

“Pekerjaan utama saya memang ojek terminal wisata itu. Jadi sudah hampir lima bulan tidak bekerja semenjak terminal wisata ditutup. Semoga bisa segera dibuka meski dengan protokol kesehatan yang baru,” jelasnya.

Ia menyatakan, jika sudah dibuka dan diperbolehkan beroperasi lagi, pihaknya juga siap untuk mengikuti aturan serta protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...