Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

SMK di Kudus Ini Mulai Terapkan Praktikum dengan Sistem Tatap Muka

MURIANEWS, Kudus – Salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Kudus, yakni SMK Wisudha Karya yang berada di Jalan Mejobo, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka.

Sistem tatap muka ini diterapkan saat praktikum, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Langkah ini diambil setelah adanya keputusan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, yang sudah memperbolehkan yang memperbolehkan, pembelajaran praktikum tatap muka bagi SMK dan perguruan tinggi di semua zona.

“Hal itu juga sudah seizin dari pengawas SMK. Kami mencoba melakukan tatap muka bagi pembelajaran praktik secara bertahap, dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Waka Kesiswaan dan Ketarunaan SMK Wisudha Karya Kudus Drs Sudarmanto, Rabu (12/8/2020).

Meski praktikum sudah dilakukan dengan sistem tatap muka, namun menurutnya untuk pembelajaran teori tetap dilakukan secara daring.

Untuk protokol kesehatanya, ia mengaku setiap siswa wajib bermasker, face shield, penggunaan sarung tangan hingga pengecekan suhu tubuh. Selain itu, sarana tempat cuci tangan dan hand sanitizer juga sudah dipersiapkan.

Meski demikian, hanya empat jurusan yang sudah mulai pembelajaran praktik tatap muka. Yakni Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Mekratonika, dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik untuk kelas X hingga kelas XII.

“Untuk jurusan lain, kami melihat kondisi terlebih dahulu. Sebelumnya di akhir Juli kami lakukan simulasi terlebih dahulu, dengan menghadirkan 12 siswa dan kami menghadirkan siswa juga sudah seizin dari orang tua hitam di atas putih. Siswa yang masuk dari dalam kota, yang dari luar kota serta luar pulau belum hadir,” jelasnya.

Untuk teknisnya, Lanjut Sudarmanto, pembelajaran praktik dilakukan di lingkup kecil.  Satu  guru praktik mengajar dua sampai empat siswa.

Setiap harinya ada 70 sampai seratus siswa dari empat jurusan yang hadir serta, dibuat bertahap dengan pembelajaran praktik selama tiga jam. “Satu siswa jadi ada yang kebagian dua pekan sekali dan dilakukan secara bergilir,” ucapnya.

Sementara Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan Bagus Pujo Cahyono mengatakan, untuk jurusan pemesinan, pihaknya membagi menjadi sepuluh tempat. Yakni di tiga laboratorium gambar, dua laboratorium CNC, dan lima bengkel permesinan.

“Hari ini hari ketiga , karena jumlah siswa mesin cukup banyak, jadi sekitar 50 siswa yang tiap harinya masuk yang terbagi di dalam sepuluh ruangan. Mereka juga wajib mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Salah seorang siswa teknik pemesinan kelas XI Afa Maula Dika menyatakan, lebih senang belajar tatap muka karena bisa praktik dan mempelajari secara langsung.

“Harapan saya sekolah bisa kembali normal tatap muka lagi dan pandemi virus corona agar cepat hilang,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...