Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gedung DPRD Jepara Mulai Kembali Dibuka, Jumlah Pegawai Masuk Masih Dibatasi

MURIANEWS, Jepara – Setelah sempat ditutup selama lima hari pasca meninggalnya Imam Zusdi Ghozali (Ketua DPRD Jepara), Rabu (12/8/2020) hari ini, Gedung DPRD Jepara kembali dibuka. Kegiatan di gedung rakyat sudah dimulai secara normal meskipun ada pembatasan-pembatasan untuk kepentingan protokol kesehatan.

Sekretaris DPRD Jepara Trisno Santoso menyatakan, kegiatan di DPRD Jepara memang sudah dimulai kembali usai ditutup selama lima hari. Setelah proses-proses sterilisasi atau dekontaminasi dilakukan, maka Gedung DPRD Jepara sudah difungsikan kembali.

Kendati demikian, masih ada pembatasan-pembatasan yang dilakukan. Pembatasan tersebut di antaranya adalah dengan membatasi jumlah pegawai yang hadir di kantor, untuk sementara waktu.

Selain para pegawai yang masih menjalani isolasi mandiri, beberapa pegawai di bidang tertentu yang tidak memiliki agenda padat diminta menjalani Work From Home (WFH). Termasuk para pegawai yang dianggap masih beresiko menularkan, juga diminta bekerja di rumah sementara waktu.

“Hari ini Gedung DPRD Jepara sudah dibuka kembali. Beberapa kegiatan sudah dilaksanakan oleh para anggota DPRD Jepara. Meski demikian pembatasan-pembatasan masih diberlakukan untuk mencegah kemungkinan adanya penularan covid 19 kembali,” ujar Trisno Santoso, Rabu (12/8/2020).

Pada Rabu (12/8/2020) kemarin, sejumlah kegiatan dilaksanakan oleh para anggota DPRD Jepara. Di antaranya adalah menggelar Rapim Alat Kelengkapan Dewan (AKD), yang berlangsung sejak pagi hari.

Kemudian menyambung hingga siang dilakukan rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jepara. Rapat ini dilakukan untuk membahas beberapa agenda persidangan di DPRD Jepara yang sempat tertunda.

Menurut Trisno Santoso, beberapa agenda Rapat Paripurna bersama dengan eksekutif Pemkab Jepara terpaksa ditunda beberapa waktu lalu. Hal itu menyusul setelah dilakukannya penutupan Gedung DPRD Jepara, menyusul meninggalnya Imam Zusdi Ghozali karena Covid-19.

Penutupan gedung sementara waktu selama lima hari dilakukan untuk memastikan penularan Covid-19 benar-benar terputus, setelah dilakukan swab massal di DPRD Jepara.

“Meski dibuka kembali, penerapan protokol kesehatan kami lakukan dengan lebih ketat. Pemeriksaan kepada semua yang masuk gedung dilakukan dengan lebih disiplin. Semua dilakukan demi kebaikan bersama,” tegas Trisno Santoso.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...