Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Perajin Piala di Kudus Terpaksa Gigit Jari di Kala Peringatan Kemerdekaan Terdampak Pandemi

MURIANEWS, Kudus – Pandemi Covid-19 sangat berdampak khususnya di bidang perekonomian. Hal tersebut juga turut dirasakan para perajin piala yang berada di Dukuh Ledok, Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Pasalnya, biasanya saat menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) mereka selalu kebanjiran pesanan piala. Namun, di tahun ini mereka terpaksa gigit jari.

Hingga Rabu (12/8/2020) hari ini sama sekali belum ada pesanan piala yang masuk. Mereka pun tak berani membuat stok piala, karena khawatir tidak akan laku.

Ini dirasakan oleh M Ja’far, salah satu perajin piala di desa itu. Ia menyebut, tahun lalu ia selalu menyetok sekitar 250 piala dan selalu habis terjuan, namun untuk tahun ini ia tidak menyetok sama sekali.

“Tahun lalu di bulan Juli sudah banyak yang memesan piala. Tahun ini sama sekali belum ada yang memesan. Ini saya hanya ada  orderan lencana untuk samir wisuda dari Kalimantan,” katanya.

Salah seorang pekerja sedang membuat lencana samir wisuda. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Karena sepinya pesanan yang masuk, ia pun sering meliburkan karyawannya. Alhasil, hal itu juga berdampak pada pendapatan yang didapatkan oleh para karyawan itu.

Ia menyebut, usaha yang diberi nama UD Karya Usaha itu, sudah berdiri sekitar 60 tahun lalu. Di sana, memproduksi barang seperti, piala, plakat, simbol, hingga lencana.

“Ini usaha turun temurun dari ayah. Saya generasi kedua, baru pegang sendiri sekitar enam tahun. Dan baru kali ini sepi pesanan,” ujarnya.

Menurutnya, sepinya orderan piala untuk tahun ini karena masa pandemi banyak yang tidak menggelar perlombaan. Sekolahan yang biasanya memeasan juga belum masuk.

Ia pun berharap, agar pandemi Covid -19 segera usai, dan perekonomian bisa berjalan normal kembali.

Senada juga dikatakan Luki Hermawan, salah seorang perajin piala di desa itu. Ia mengaku sama sekali belum mendapat pesanan piala ataupun plakat.

Terakhir oderan plakat yang diterima yakni pada Februari 2020 lalu, sebelum pandemi mendera.

”Selama 15 tahun saya usaha baru kali ini sepi. Tahun lalu saat menjelang HUT seperti ini saya bisa membuat empat kardus piala dan sepuluh kardus plakat. Satu kardus isinya mulai 32 biji sampai 120 biji tergantung besar kecilnya,” akunnya.

Padahal, biasanya ia bisa mendapat pesanan dari berbagai kota. Seperti, Kudus, Jepara, Rembang, Pati, dan juga Blora.

“Mungkin karena pandemi sekolahan yang biasanya mengadakan perlombaan sekarang belum tatap muka. Masyarakat juga banyak yang tidak menggelar perlombaan,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...