Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Semampir Pati Minta Dewan Bentuk Pansus Peralihan Tanah Pasar Seleko

MURIANEWS, Pati – Warga Desa Semampir Kecamatan Pati yang menggelar aksi di depan Kantor DPRD, meminta agar wakil rakyat itu segera membentuk panitia khusus (pansus). Hal itu agar proses peralihan tanah di Pasar Seleko jelas.

Kades Semampir Pramono mengatakan, harapan adanya pembentukan pansus ini agar masyarakat mengetahui, sejauh mana pengelolaan aset-aset daerah yang ada di Pati. Dengan adanya kasus pasar seleko ini, dugaan masyarakat justru hal itu bisa saja terjadi pada aset yang lain.

“Ini untuk melindungi aset daerah. Kalaupun ada pelelangan ataupun tukar guling, semua ada aturannya,” terang Pramono.

Dia menambahkan, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2001, jelas bahwa apapun aset daerah apabila itu dihapus, ditukar guling atupun dijual harus melakukukan paripurna terlebih dahulu. Dalam hal ini harus ada persetujuan antara bupati dengan DPRD.

Baca: Tanah Pasar Seleko Tiba-Tiba Jadi Milik Perorangan, Warga Semampir Pati Gelar Aksi di Depan DPRD

“Tapi untuk kasus Pasar Seleko ini, keputusan bupati dan DPRD berbeda. DPRD meminta aset itu dihapus tapi dibuat los-los. Sementara keputusan bupati (tanah pasar seleko) itu dijual. Ini kan tidak singkron,” terangnya.

Menurutnya, hal itulah yang membuat kecurigaan warga. Apabila hal semacam ini dibiyarkan, nantinya orang kapitalis yang menikmati itu. Sementara masyarakat tidak mendapatkan apapun.

“Keputusan bupati itu pada tahun 2001. Kami curiga aset-aset yang lain juga seperti itu. Kalaupun aset di semampir itu kembali, yang untung bukan masyarakat Semampir kok, tapi masyarakat secara umum melalui pemerintah daerah,” tegasnya.

Dirinya berharap, pansus ini bisa segera dibentuk dan menjalankan tugasnya. Tidak hanya untuk kasus Semampir, tetapi aset daerah yang lain juga perlu diperhatikan.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...