Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Butir Pil Ekstasi Diblender Kajari Pati

MURIANEWS, Pati – Sebanyak 176 butir pil ekstasi diblender di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, Rabu (12/8/2020). Pil tersebut merupakan barang bukti atas tindak pidana umum yang sudah inkrah di pengadilan.

Kepala Kajari Pati Darmukit mengatakan, pemusnahan barang bukti ini tidak hanya dari kasus narkoba, tetapi juga ada kasus lain. Dia merincikan, untuk kasus narkoba ada 16 perkara dengan barang bukti 176 butir pil ekstasi.

Baca: Tanah Pasar Seleko Tiba-Tiba Jadi Milik Perorangan, Warga Semampir Pati Gelar Aksi di Depan DPRD

“Ada juga kasus miras sebanyak 18 perkara dengan barang bukti 2.150 botol miras dari berbagai merek. Kemudian perkara perjudian, senuata tajam dan pencabulan,” katanya.

Selain itu, ada juga kasus judi togel dan dadu yang sudah inkrah di pengadilan. Kemudian barang bukti berupa kertas dan seperangkat alat untuk dadu juga ikut dimusnahkan.

Dasar dari pemusnahan ini sesuai dengan Pasal 270 KUHP, UU Kejaksaan Pasal 30 Ayat 1 dan UU Kekuasaan Kehakiman Pasal 53 Ayat 1. Semua barang bukti itu merupakan hasil mulai awal tahun 2020 ini.

Baca: Alamak! Satu Pelaku Kerusuhan Metrodranan Solo Nangis saat Jumpa Pers

“Memang ada beberapa kasus, tapi yang paling banyak adalah miras. Barang buktinya saja mencapai ribuan botol dari berbagai merek,” imbuhnya.

Dia menambahkan, khusus untuk narkoba, terpidana sebagian besar memang pemakai. Tidak hanya pil, tetapi ada juga yang berupa serbuk kristal lengkap dengan alat penghisap. Rata-rata obat haram itu, oleh terpidana dibungkus menggunakan plastik.

“Barang bukti narkoba ini, untuk masjng-masing terpidana beranya beda-beda. Ada yang 0,34 gram, 0,69 gram, ada juga yang beratnya 0,43 gram. Masing-masing terpidana berbeda. Tapi untuk jumlahnya memang ada 176 butir dan tablet,” tutupnya.

 

Reportee: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...