Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

51 Napi di Rutan Kudus Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 51 narapidana di Rutan II B Kudus diusulkan menerima remisi kemerdekaan pada 17 Agustus 2020 mendatang. Mereka diusulkan mendapatkan remisi dengan pemotongan masa tahanan yang bervariasi.

Kepala Rutan IIB Kudus Suprihadi mengatakan, semua narapidana yang diusulkan bisa saja menerima remisi. Namun juga bisa sebagian atau tidak semuanya.

“Karena baru sebatas usulan, nanti yang diterima berapa kami belum mengetahui,” katanya, Rabu (12/8/2020).

Untuk napi yang diusulkan mendapat remisi sendiri, kata dia, ada sejumlah ketentuan. Di antaranya, yang bersangkutan telah berkelakuan baik.

Selain itu, para terpidana juga telah menjalani masa hukumannya selama kurang lebih enam bulan hingga satu tahun masa hukuman.

Syarat lainnya, lanjut Suprihadi, adalah seperti tidak punya perkara lain selama menjalani masa tahanan. “Sehingga bisa menerima remisi pada tahun ini,” lanjutnya.

Untuk penyerahan remisi, kata dia, direncanakan akan dilakukan di halaman pendapa kabupaten pada upacara 17 Agustus mendatang.

Di masa pandemi corona seperti ini, pihak Rutan IIB Kudus juga terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Baik untuk warga binaannya maupun petugas Rutan.

“Begitu pula dengan penerimaan tahanan baru yang masuk ke Rutan,” ujarnya.

standart awal saat mereka akan masuk adalah mandi di kamar mandi luar Rutan.Untuk selanjutnya mereka diminta untuk merendam baju dari luar di ember yang berisi air disinfektan.

“Sebelumnya mereka harus rapid test dan menunjukkan surat sehat dulu, sehingga dipastikan mereka sehat dan nonreaktif corona,” ujarnya.

Usai mandi, para warga binaan baru tersebut diwajibkan untuk masuk boks sterilisasi lagi. Untuk kemudian dicek suhu tubuhnya dan dimasukkan langsung ke dalam sel khusus isolasi bagi warga binaan baru.

“Kami sediakan sekitar dua kamar, satu untuk wanita, satu lagi untuk pria dengan kapasitas yang lumayan,” lanjut dia.

Mereka, kemudian diminta untuk tetap berada di dalam sel selama 14 hari. Pemasangan portal ke area lokasi sel isolasi juga dilakukan supaya tidak ada warga binaan lain ataupun petugas yang mendekat ke lokasi sel isolasi. “Kecuali untuk mengantarkan makanan dan keperluan lain,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...