Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Innalillahi, Imam Besar Masjid Agung Semarang Wafat

MURIANEWS, Semarang – Kabar duka kembali menyelimuti umat Islam di Tanah Air. KH Ahmad Naqib Noor Alhafidz, Imam Besar Masjid Agung Sematang wafat, Selasa (11/8/2020) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Pengurus Takmir Sie Peribadatan dan Dakwah Masjid Kauman Ahmad Mundzir mengatakan KH Ahmad Naqib meninggal di usia 71 tahun. Almarhum sempat menjalani perawatan di Klinik Esensia, Pedurungan, Kota Semarang.

Baca: Alamak! Satu Pelaku Kerusuhan Metrodranan Solo Nangis saat Jumpa Pers

“Wafat kemarin sore. Beliau sudah keluar masuk rumah sakit karena sakit paru-paru,” kata Ahmad sepeeti dikutip Detikcom, Rabu (12/8/2020).

Saat ini persiapan pemakaman sudah dilakukan. Rencana jenazah akan dimakamkan di sisi utara Masjid Kauman pukul 14.00 WIB. “Nanti jam 14.00 WIB di kompleks Masjid Kauman sisi Utara,” jelasnya.

KH Naqib sudah 20 tahun menjadi imam besar Masjid Kauman. Ketika bulan Ramadan dalam sebulan penuh KH Naqib memimpin semaan Alquran yang dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah termasuk luar Jawa.

Baca: Jengkel Kena Tilang di Masa Pandemi, Curhatan Gadis Klaten Hebohkan Jagad Maya

“Setiap malam 20 Ramadan ke atas, malam ganjil, beliau memimpin tasbihan. Yang ikut penuh, seperti Jumatan,” ujarnya.

Pada Ramadan 1440 H lalu atau tahun 2019, semaan untuk pertama kalinya didokumentasikan untuk ditayangkan. Ternyata rekamam tersebut berguna untuk tahun Ramadan tahun ini karena di masa pandemi, semaan ditiadakan dan sebagai gantinya rekaman KH Naqib ditayangkan terbatas menggunakan proyektor dan disiarkan agar orang-orang di sekitar masjid bisa mendengar.

“Baru tahun kemarin berkenan direkam dan tahun ini ditayangkan dengan proyektor di dalam. (Semaan) libur, jadi ditayangkan yang tahun kemarin,” jelasnya.

Ahmad menjelaskan pengajian semaan Al Quran dirintis oleh KH Abdullah Umar. Setelah KH Abdullah wafat, tradisi itu dilanjutkan oleh putranya KH Mushoffa Abdullah Umar. Kemudian semaan Alquran dipimpin oleh KH Ahmad Naqib Nur Alhafidz yang merupakan murid KH Abdullah.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...