Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Identitas Sudah di Kantong, Kapolda Perintahkan Pelaku Kerusuhan Mertodranan Solo Serahkan Diri Sebelum Ditangkap Paksa

MURIANEWS, Solo – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi memerintahkan semua pelaku kerusuhan, perusakan, dan penganiayaan Habib Umar Assegaf dan keluarganya di kediamannya di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020) lalu segera menyerahkan diri.

Perintah itu dilontarkan lantaran Polda Jateng sudah mengantongi identitas para pelaku lain yang masih berkeliaran di tengah masyarakat.

Baca: Sudah Lima Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Otak Kerusuhan Mertodranan Solo

“Saat ini identitas pelaku sudah kami kantongi. Karena itu, saya perintahkan untuk segera menyerahkan diri,” kata Kapolda seperti dikutip Solopos.com.

Kapolda menegaskan tidak ada ruang bagi kelompok intoleran di Jawa Tengah. “Saya tegaskan jajaran Polda Jawa Tengah di-backup Direktorat Pidana Umum Mabes Polri akan mengejar kelompok intoleran itu,” ujarnya.

Untuk itu, Kapolda mengaku sudah menyampaikan ke seluruh kapolres di Jawa Tengah khususnya di Solo bahwa tidak ada tempat untuk kelompok intoleran.

Mengenai perkembangan penanganan kasus kerusuhan di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Kapolda Jateng mengatakan sejauh ini sudah ada lima orang yang ditangkap. Dari lima orang itu, empat di antaranya sudah berstatus tersangka.

Baca: Kapolresta Solo Sempat Kena Pukul Bertubi-tubi, Begini Kronologi Lengkap Kericuhan di Mertodranan

Sedangkan satu orang lainnya masih proses penyelidikan mengenai perannya dalam tindak kerusuhan, perusakan, dan penganiayaan tersebut. Kelima orang itu masing-masing berinisial BD, MM, MS, ML, dan RM.

Kelima pelaku itu memiliki peran masing-masing saat kejadian di lokasi. Ada yang melempar batu, memukul menggunakan alat, dan memprovokasi.

Kapolda menyebut para pelaku terancam Pasal 160 KUHP dan Pasal 335 KUHP tentang penghasutan untuk bertindak pidana kekerasan serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di kediaman habib (Alm) Assegaf Bin Jufri di Kampung Mertodranan, Jalan Cempaka No 81 RT 01, RW 01 saat keluarga Habib Umar Assegaf hendak menggelar acara midodareni. Kerusuhan yang berlangsung kurang lebih lima jam itu membuat warga sekitar ketakutan dan tak berani keluar rumah.

Setidaknya tiga orang kena pukul dan dianiaya hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan kerusuhan itu dilakukan kelompok intoleran. Hanya, polisi tidak menemukan indikasi keterkaitan para pelaku dengan jaringan terorisme. 

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...