Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pembelajaran Daring PAI di Kudus Dimonitoring Kemenag Jateng

MURIANEWS, Kudus – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Selasa (11/8/2020) melakukan monitoring dan evaluasi proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilakukan secara daring. Ada sejumlah perwakilan guru PAI yang mewakili untuk mengikuti kegiatan yang digelar di Kantor Kemenag Kudus ini.

Kasi Pendidikan Agama Islam (Pais) Kemenag Kudus HM Hafidz mengatakan, ada enam perwakilan guru PAI yang mengikuti monitoring kali ini. Mulai dari  guru TK, SD, SLB, SMP, SMA dan juga SMK.

“Kanwil Jateng mempunyai program untuk memberikan monitoring dan evaluasi dari pembelajaran dari pada mapel PAI sesuai dengan SKB empat menteri. Oleh karena itu, kanwil ingin melihat secara langsung bagaimana pembelajaran PAI daring yang ada di sekolah,” Katanya.

Ia menyatakan, jumlah guru PAI di Kudus cukup banyak. Ia mencontohkan, di tingkat TK tiap kecamatan di Kudus ada 25 orang guru, kemudian tingkat SD ada 44 orang.

Sedangkan untuk SMP ada sekitar 33 orang, dan SMA dan SMK sekitar 40 orang. “Untuk SMP,SMA dan SMK jumlah tersebut se-Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Ia menyebut, monitoring dan evaluasi kali ini terkait proses pembelajaran baik yang dilakukan secara daring atau luring (luar jaringan). Untuk saat ini, pembelajaran difokuskan untuk pembelajaran melalui video, sedangkan untuk praktik sementara belum bisa dilakukan.

“Untuk praktik seperti salat sementara ini kan tidak bisa. Jadi diganti dengan pembelajaran melalui video atau Youtube yang nantinya bisa diulang-ulang dan dipraktikkan di rumah,” jelasnya.

Harapanya dengan adanya monitoring ini, bisa menjadi bahan evaluasi kepada guru PAI. Jadi bisa diketahui kekurangan dan kelemahanya seperti apa.

”Dan bisa diperbaiki menjadi lebih baik lagi agar bisa menjadikan pembelajaran via daring yang efektif,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...