Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyerangan di Mertodranan Solo, yang Lain Masih Diburu

MURIANEWS, Solo – Dua pelaku pengeroyokan Habib Umar Assegaf dan keluarganya di kediaman habib (Alm) Assegaf Bin Jufri di Kampung Mertodranan, Jalan Cempaka No 81 RT 01, RW 01 saat hendak melaksanakan acara midodareni  berhasil ditangkap Polresta Surakarta bersama Polda Jateng.

Kapolresta Surakarta Kombes Andy Rifai mengungkapkan, kedua pelaku tersebut berinisial BD dan HD. Keduanya ditangkap Minggu (9/8/2020) malam setelah menjalani pemeriksaan.

”Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo,” katanya seperti dikutip di laman Tribrata Polda Jateng.

Saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Ia pun tak menampik ada kemungkinan penambahan pelaku yang akan ditahan. Ini mengingat ada puluhan orang saat penyerangan dilakukan.

”Kemungkinan bertambah ada. Saat ini polisi juga masih memburu para pelaku pengeroyokan lainnya. Pelaku yang lain masih dalam pengejaran,” terangnya.

Baca: Kapolresta Solo Sempat Kena Pukul Bertubi-tubi, Begini Kronologi Lengkap Kericuhan di Mertodranan

Sementara, untuk kronologi pengeroyokan itu bermula saat keluarga Habib Umar Asegaf sedang mengadakan acara midodareni anaknya di rumah Alm Segaf bin Jufri sekitar pukul 17.45 datang Pok Tertentu (Laskar) sebanyak 100 orang dengan menggunakan tutup kepala.

Kemudian seratusan massa yang datang tersebut mempertanyakan kegiatan yang ada di dalam rumah sambil berteriak-teriak “Allahuakbar, Bubar, Kafir, dan ada yang mengatakan bahwa Syiah bukan Islam, Syiah musuh Islam, darah kalian halal”.

Pengeroyokan tersebut terjadi lantaran kelompok intoleran itu mencurigai ada kegiatan keagamaan (Syiah) yang ditentang oleh kelompok Laskar. Dari kelompok internal laskar sendiri beredar bahwa kegiatan yang ada di dalam mengadakan kegiatan keagamaan Syiah, sehingga dilakukan pembubaran.

Baca: Gubernur Sidak Pencemaran Bengawan Solo, Temukan Pipa Siluman di Sungai Sroyo

Setelah dilakukan negosiasi panjang antara Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai dengan kelompok laskar namun kelompok laskar bersikukuh untuk bertahan.

Pihak tuan rumah pun tidak mau membubarkan diri dengan alasan bila ada salah satu keluarga/jamaah yang keluar dikhawatirkan langsung dianiaya oleh kelompok laskar, dengan adanya hal tersebut dirinya berpedoman pada kejadian pada tahun lalu sekitar tahun 2018.

Tidak lama kemudian ada sebagian keluarga sekitar tiga orang dengan mengendarai mobil dan sepeda motor keluar rumah, tiba-tiba kelompok laskar langsung memukul dengan tangan kosong dan sebagian melempari dengan menggunakan batu.

Petugas langsung melakukan pencegahan dan akhirnya kelompok laskar dapat dikendalikan. Kemudian para korban di bawa ke RS Kustati Solo untuk penanganan lebih lanjut.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Tribrata Polda Jateng

Comments
Loading...