Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nasdem Jepara Makin Getol Suarakan Hak Angket Penanganan Covid-19

MURIANEWS, Jepara – Isu hak angket DPRD Jepara terkait pelaksanaan penanganan Covid-19 masih terus menggelinding deras di DPRD Jepara.

Fraksi Nasdem yang merupakan inisiator hak angket ini bahkan menyatakan sudah ada kesepakatan mengenai waktu penyerahan surat permohonan ke Pimpinan DPRD jepara.

Nur Hidayat, Anggota DPRD Jepara dari Nasdem menyatakan, komuniasi politik intensif di kalangan DPRD Jepara sudah berlangsung dalam beberapa hari ini. Kepastian disampaikannya permohonan hak angket ke Pimpinan DPRD Jepara bahkan sudah disepakati.

Permohonan hak angket akan dibahas DPRD Jepara jika ada permohonan dari sedikitnya tujuh anggota DPRD Jepara. Jumlah ini menurut Nur Hidayat sudah terpenuhi. Apalagi seluruh anggota Fraksi Nasdem dalam juga sudah menandatangani.

“Sabtu (8/8-2020) lalu, kami telah melakukan pertemuan dengan sejumlah  fraksi di DPRD Jepara untuk membahas isu-isu strategis terkait dengan penanganan Covid-19. Dalam pertemuan  itu ada kesepahaman bahwa bahwa ada persoalan serius didalam penanganan Covid-19. Kami sepakat untuk menyampaikan hak angket,” ujar Nur Hidayat, Senin (10/8/2020).

Penanganan Covid-19 di Jepara oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Jepara memunculkan berbagai hal yang patut dipertanyakan. Ada beberapa indikator, di antaranya soal pengelolaan anggaran yang tidak transparan dan tidak adanya rencana operasi yang dibakukan.

Kemudian juga soal pembagian tugas yang tidak jelas, tindakan preventif, kuratif dan promotif yang tidak sinergis, hingga distribusi jaring pengaman sosial yang terkesan tumpang tindih. Selain itu juga kurang optimalnya   penanganan pasien Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri.

Akibat dari penanganan yang tidak jelas, peningkatan kasus-kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jepara meningkat dengan signifikan. Sehingga dalam beberapa minggu terakhir, Jepara sudah masuk dalam zona merah beresiko tinggi dengan positif rate-nya berada di atas 20 persen.

Hak Angket yang merupakan hak kontitusional yang dimiliki oleh DPRD Jepara, akan digunakan untuk melindungi kepentingan masyarakat.

“Jika kondisinya seperti ini terus, mustahil Jepara bisa menerapkan new normal. Jepara telah masuk zona merah berisiko tinggi, Karena itu kami ingin agar Pemerintah Kabupaten dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jepara segera bergerak cepat secara terpadu berdasarkan  program yang jelas,” tambah Nur Hidayat yang juga menjadi Ketua Komisi C DPRD Jepara.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...