Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Enam Desa di Kudus Belum Cairkan BLT dari Dana Desa Tahap III

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak enam desa di Kabupaten Kudus hingga kini belum mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap III.

Enam desa tersebut yakni Desa Gamong dan Siderekso, Kecamatan Kaliwungu. Kemudian Desa Pasuruhan Kidul dan Jati Kulon, Kecamatan Jati, serta Desa Kutuk Kecamatan Undaan.

“Satu lagi dari Kecamatan Gebog, yakni Desa Klumpit,” kata Kasi Keuangan dan Aset pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kudus, Slamet, Senin (10/8/2020).

Keenam desa tersebut, lanjutnya, kini tengah melaksanakan musyawarah desa (musdes) untuk memperbaharui data penerima. Mengingat sejumlah penerima ada yang mundur ataupun dalam perjalanannya meninggal dunia.

“Jika yang meninggal memiliki ahli waris maka akan diteruskan ahli warisnya, jika tidak maka bantuannya berhenti,” lanjutnya.

Sementara sampai saat ini, sudah ada sebanyak 117 desa yang mencairkan BLT DD tahap ketiganya. Dengan total penerima sebanyak 22.046  kepala keluarga. “Untuk total nominalnya adalah Rp 13.227.600.000,” rincinya.

Jumlah tersebut, kata dia, belum termasuk dengan jumlah penerima yang mengembalikan bantuannya. Yakni ada sebanyak 23 KK, dengan total bantuan sebesar Rp 13,8 uta.

“Ada yang karena tidak mau menerima, ada yang memang karena penerima sudah meninggal,” terangnya.

Slamet menambahkan, usai BLT DD tahap tiga rampung, maka akan dilanjut BLT DD tahap empat. Namun, nominalnya akan berkurang menjadi Rp 300 ribu. “Saat ini tengah proses ke sana,” kata Slamet.

Untuk diketahui, jumlah penerima bantuan di masing-masing desa, memang berbeda-beda. Tergantung Dana Desa yang dimiliki masing-masing desa.

Untuk Dana Desa di bawah Rp 800 juta per tahun maksimal 25 persen dialokasikan BLT. Sementara dana desa Rp 800 juta sampai dengan Rp 1,2 miliar maksimal 30 persen. Kemudian jika di atas Rp 1,2 miliar maka alokasi maksimalnya 35 persen.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...