Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jumlah Pengunjung Perpusda Kudus Menurun Drastis Selama Pandemi

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus mencatat jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) saat pandemi hingga semester pertama tahun 2020 mengalami penurunan yang cukup drastis.

Dari data yang ada, hingga semester pertama jumlah pengunjung di perpusda hanya berjumlah 12.587 pengunjung yang datang. Padahal tahun lalu, saat semester pertama jumlah pengunjung bisa mencapai 24.415 pengunjung.

Kasubag Umum dan Kepegawaian pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus Sugiyanto mengatakan, faktor yang memengaruhi berkurangnya pengunjung karena saat pandemi Covid – 19 ada imbauan dari pemerintah untuk di rumah saja.

“Sehingga secara otomatis pengunjung jadi berkurang. Selain itu, selama pandemi kami hanya membuka layanan pinjaman, pengembalian buku dan pendaftaran anggota perrpustakaan. Untuk layanan baca di tempat sementara tidak kami perbolehkan,” katanya Sabtu (8/8/2020)

Ia menyatakan, ketika adanya pandemi Covid-19 beberapa sarana prasarana protokol kesehatan sudah disiapkan. Seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan, pengecekan suhu menggunakan thermo gun hingga boks sentralisasi bagi buku yang sudah selesai dipinjam.

Sementara salah seorang pengunjung Dina Khanifa (19) mengaku saat pandemi memang hanya baru sekali ini datang. Padahal sebelum adanya pandemi ia sering ke perpusda hanya untuk sekadar membaca ataupun meminjam buku.

“Lama tidak ke sini, ini saya pinjam buku desain grafis karena sudah libur kuliah,jadi ingin belajar desain grafis dirumah untuk memanfaatkan waktu kosong,” ungkap mahasiswi IAIN Kudus tersebut.

Ia mengaku saat masuk ke perpusda melewati beberapa tahap protokol kesehatan yang sangat ketat. Ia pun tak khawatir karena sudah ada protokol kesehatan yang ketat di perpusda.

“Sebelum masuk dicek suhu dulu, dan harus cuci tangan, di kursi-kursi juga ada tanda silang agar bisa berjaga jarak. Jadi saya tidak khawatir karena pencegahannya sudah bagus dan ketat,” tandasnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...