Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ekonomi Kreatif Jadi Solusi Warga Jepara di Tengah Pandemi

MURIANEWS, Jepara – Perkembangan teknologi saat ini mengubah banyak pola hidup, pandangan, serta gaya hidup masyarakat. Sehingga banyak hal menjadi lebih mudah, dinamis, lebih kreatif dan inovatif untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baik dalam bidang komunikasi, informasi, perdagangan, konsumsi, produk maupun trend budaya. Sehingga muncullah istilah Ekonomi Kreatif. Di sisi lain, pergulatan ekonomi di masa pandemic Covid -19 saat ini mengalami keterpurukan bagi sebagian masyarakat.

Sekolah BUMDes Unisnu Jepara, melihat bahwa Ekonomi Kreatif adalah salah satu solusi yang bisa dilakukan, dalam menumbuhkan perekonomian di masa pandemic saat ini. Pengembangan ekonomi kreatif harus bisa diterapkan pada banyak pelaku ekonomi di tingkat bawah.

Pada kegiatan Webinar yang digelar Sekolah BUMDes Unisnu, Jumat (7/8/2020), Ekonomi kreatif menjadi tema bahasan untuk menjaga ketahanan ekonomi desa. Ekonomi Kreatif harus mulai dipahami oleh para pelaku ekonomi.

Kerja kreatif untuk selalu berinovasi mengambil peluang di kondisi apapun, harus bisa dilakukan setiap pelaku usaha, khususnya para pelaku usaha di pedesaan.

“Membangun Ekonomi Kreatif BUMDes diperlukan strategi yaitu ketepatan memilih unit usaha ekonomi kreatif yang dijalankan. Kemampuan desa untuk penyertaan modal dan kemampuan BUMDes harus selaras. Logikanya, jika ada masyarakat desa berberdaya, maka BUMDes akan maju usahanya,” ujar Ali Romadhon, Anggota Tim Sekolah BUMDes Unisnu Jepara saat berbicara dalam Webinar, Jumat (7/8/2020).

Usaha di masa pandemi COVID-19 saat ini tetap memberi peluang bagi pengusaha kreatif yang bisa memanfaatkan situasi kebutuhan di masyarakat. Baik usaha handicraft, kuliner, maupun digital, ada banyak peluang. Ada beberapa usaha yang saat ini terbuka lebar bisa memberikan keuntungan usaha.

“Kalau untuk sektor wisata saat ini jelas mengalami keterpurikan. Namun untuk usaha lain misalnya membuat masker, kuliner, apalagi sepeda, saat ini banyak diminati masyarakat. Usaha-usaha ini butuh kejelian untuk bisa mengembangkannya,” ujar Solikhul Hidayat pembicara lain dalam acara webinar yang sama.

Sekolah BUMDes Unisnu Jepara sendiri akan terus mengajak masyarakat khususnya BUMDes yang ada di desa-desa untuk selalu lebih berpikiran positif . Selain itu juga diharapkan bisa mengembangkan sikap bergotong royong dalam upaya memberdayakan BUMDes di desanya masing-masing.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...