Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Satu Pegawai PLTU Jepara Meninggal karena Covid-19, Empat Lainnya Positif

MURIANEWS, Jepara – Virus Corona atau Covid-19 kembali menerpa Jepara. Kalu ini, seorang pegawai PLTU Tanjung Jati B dikabarkan meninggal dunia karena Covid-19. Selain itu, empat pegawai lainnya juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Humas PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara Graihita Muhammad membenarkan ada seorang pegawai di PLTU Tanjung Jati B yang meninggal karena Covid-19.

Baca: Dua Anggota Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kantor DPRD Jepara Ditutup Sementara

Atas kejadian ini pihaknya sudah melakukan sejumlah penanganan agar kasus ini tidak menyebar lebih luas. Pihaknya juga sudah melakukan tracing dan tracking untuk memastikan langkah-langkah penanganannya.

Hasil tracing dan tracking tersebut juga sudah dilanjutkan dengan swab test. Hasilnya ada empat orang dinyatakan positif Covid-19. Saat ini mereka yang terkonfirmasi positif, sudah dilakukan karantina.

Untuk sementara pihak perusahaan diminta agar memberi dispensasi keempat pegawai untuk tidak bekerja dan menjalani karantina. Perusahaan terkait juga diminta agar memastikan karantina ini berlangsung sesuai protokol kesehatan yang ada.

Baca: Kirim Dubes ke Jepara, India Tertarik Tanamkan Investasi di Kota Ukir

“Jadi yang terkonfirmasi ini merupakan pegawai perusahaan yang menjadi bagian dari pengelolaan operasional PLTU Tanjung Jati B Unit 3-4. PLN sudah berkoordinasi dengan perusahaan terkait untuk melakukan langkah-langkah penanganan,” ujar Graihita, Jumat (7/8/2020).

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan upaya pembatasan pegawai yang bekerja dengan sistem sif. Sebagian ada yang menjalani work from home dan ada yang masuk ke kantor.

Sistem ini diberlakukan pada pegawai-pegawai yang bekerja di bidang administrasi. Sedangkan untuk operator belum bisa diterapkan, karena keterbatasan jumlah operator.

Baca: Sengketa Tanah Proyek PLTU Jepara, PT Central Java Power Digugat Rp 15 Miliar

Sementara itu, seorang pengawas SMK di Jepara juga diketahui terkonfirmasi positif. Padahal yang bersangkutan berkantor juga di SMK 2 Jepara, yang kabarnya juga sudah membuka kegiatan tatap muka langsung para siswanya.

Terkait hal ini, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Jepara Subandi menyatakan pihaknya sudah mengkonfirmasi hal ini ke SMK 2 Jepara.

Pihaknya memastikan sampai saat ini di Jepara belum ada SMK yang menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara luring. Semua masih menggunakan sitem daring seperti yang diinstruksikan pemerintah.

Baca: Pulang Kerja, Ayah di Bandengan Jepara Histeris Lihat Anaknya Tewas Gantung Diri

Sedangkan untuk kasus di SMK 2 terkait kabar siswanya datang ke sekolah, ia memastikan mereka hanya meminjam buku. Itupun dijadwal secara bergantian.

“Kami mengajak semua sekolah untuk bersabar dan tidak memaksakan diri melaksanakan KBM secara luring. Sistem daring sejauh ini harus bisa dilakukan seefektif mungkin. Selain itu kami juga berharap kurikulum sekolah bisa disusun ulang dengan tidak terlalu membebani siswa sementara waktu ini,” ujar Subandi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...