Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Insentif Nakes Covid-19 di Kudus Diupayakan Cair Bulan Ini

MURIANEWS, Kudus – Dana insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 diupayakan cair bulan ini. Pasalnya, hasil verifikasi penerima sudah dapat persetujuan kepala daerah setempat.

“Mudah-mudahan, bulan Agustus 2020 sudah cair. Harapannya memang lebih cepat lebih baik,” kata Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kudus, Joko Dwi Putranto, Kamis (6/8/2020) sore.

Verifikasinya sendiri, kata Joko, mengalami perubahan aturan. Untuk fasilitas kesehatan milik pemerintah, baik Puskesmas sampai rumah sakit, maka cukup diverifikasi Dinas Kesehatan.

Sementara untuk verifikator rumah sakit swasta, akan tetap dari Kementerian Kesehatan. Termasuk di antaranya semua rumah sakit rujukan lini tiga.

Meskipun dana insentif belum cair, untuk pemberian santunan terhadap ahli waris dua tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19 sudah diberikan secara simbolis oleh Kementerian Kesehatan.

“Untuk santunan pada ahli waris dua nakes di Puskesmas Undaan dan RS Mardi Rahayu sudah kami serahkan,” jelas dia.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan hal yang sama. Verifikasi yang diajukan oleh Dinas Kesehatan Kudus sudah dia tanda tangani, guna segera bisa dicairkan.

“Saya sudah menandatangani pengajuan dana insentif tenaga kesehatan. Mudah-mudahan bisa segera cair,” ucap dia.

Pihaknya pun berharap dana insentif tersebut bisa jadi motivasi para tenaga kesehatan untuk bekerja lebih ekstra lagi. Sehingga penanganan corona di Kabupaten Kudus bisa semakin cepat.

Petugas yang berada di laboratorium Covid-19, tambah dia, juga harus bekerja dengan ekstra hati-hati. Dengan tujuan tidak sampai terjadi kesalahan soal identitas atas data hasil pengecekan virus corona.

Kudus sendiri mendapatkan alokasi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp 5,01 miliar. Jumlah tersebut, untuk pemenuhan dana insentif tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Nilai insentif yang diberikan kepada tenaga kesehatan sesuai surat dari Kementerian Keuangan.

Yakni untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta per bulan, dokter umum dan dokter gigi sebesar Rp 10 juta, bidan dan perawat sebesar Rp 7,5 juta. Serta tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta. Sementara nilai santunan bagi tenaga medis yang meninggal sebesar Rp 300 juta.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...