Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Meski Sepi Pembeli, Penjual Bendera Difabel Asal Ciamis Ini Tetap Semangat Cari Peruntungan di Kudus

MURIANEWS, Kudus – Di tengah keterbatasan fisik apalagi di masa pandemi seperti ini yang berdampak di semua sektor, tak menyurutkan semangat salah seorang pedagang bendera di Kudus. Ia bernama Debi (31) pedagang bendera musiman di Jalan Jendral Sudirman KM 4, Kudus.

Pria difabel ini bukan asli Kudus, ia merupakan warga Ciamis, Jawa Barat, yang merantau ke Kudus untuk mencari rezeki di momen Hari Kemerdekaan. Untuk berjalan ia dibantu tongkat dan kaki palsu. Meski demikian, ia tetap semangat mencari peruntungan.

“Saya begini (dengan menunjukkan kondisi kaki kiri yang cacat) sudah sejak lahir. Ini kaki kiri saya pakai kaki palsu, kalau di rumah tidak pakai tongkat. Tapi kalau kerja jauh seperti ini ya pakai tongkat biar tidak capek,” katanya, Kamis (6/8/2020).

Ia menyatakan, sudah berjualan bendera musiman selama sembilan tahun. Namun baru kali ini sepi pembeli, bahkan di satu pekan pertama ia berjualan sama sekali tidak menjual satupun bendera.

“Saya di sini semenjak 28 juli kemarin. Tahun lalu biasanya bisa menjual dua kodi bendera dalam sehari, tapi saat ini sudah sepuluh hari baru bisa jual sekitar tiga kodi bendera. Hari ini malah baru ada dua bendera yang laku,” ungkapnya.

Menurutnya, faktor yang memengaruhi sepinya pembeli bendera saat ini memang lantaran adanya pandemi. Jadi masyarakat karena terhimpit masalah ekonomi kemungkinan masih menggunakan bendera lama yang digunakan.

“Memang saya biasa jualan di Kudus. Biasanya antusias orang Kudus saat Hari Kemerdekaan lebih tinggi dan banyak yang memilih beli bendera baru dari pada di daerah saya. Tapi untuk tahun ini sepi,” ucapnya.

Ia mengaku di tahun sebelumnya sudah banyak pelanggan dari perangkat desa, sekolahan, dan juga beberapa pengguna jalan. “Kemarin saya sempat survei ke desa sekitar sini, yang biasa jadi pelanggan. Ternyata yang terpasang masih bendera tahun lalu,” ujar pria yang sudah dikaruniai dua anak itu.

Untuk bendera rumahan ia menjualnya dengan harga mulai Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu. Sementara untuk bendera panjang sepuluh gelombang ia jual dengan harga Rp 350 ribu, sedangkan untuk bendera umbul-umbul panjang harganya Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu.

“Harganya tergantung ukuran, saya jual yang bahannya kain. Harganya memang sedikit naik dibanding tahun lalu, karena pandemi ini harga kain naik. Tiket bus juga naik, harus ada persyaratan surat kesehatan dan surat izin, jadi biaya ke sini membengkak,”tandasnya.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...