Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keren, Bapak Satu Anak di Pati Ini Sukses Jadi Pengusaha Meski Berada di Kursi Roda

MURIANEWS, Pati – Berada di kursi roda dengan kondisi lumpuh, tak membuat Sarwi warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Winong patah arang. Dengan segala keterbatasan itu, dia mampu menunjukkan kreativitasnya untuk mengolah kayu menjadi kerajinan mabel bernilai ekonomi tinggi.

Siapa sangka, berkat kepercayaan dirinya, kini Sarwi mampu menjadi seorang pengusaha mebel. Bahkan hasil buah tangannya itu banyak dilirik oleh warga luar daerah.

Dengan nada lirih, pria berusia 40 tahun itu bercerita, untuk membuat mabel itu diakui awalnya memang tidak mudah. Terlebih dahulu, dia harus beradaptasi dengan peralatan tukang kayu.

“Memang awalnya tidak mudah, namun semua ini ikhtiar saya untuk menghidupi istri dan satu anak,” katanya.

Sarwi mengaku sudah menekuni kerajinan mabel itu pada tahun 2000. Awalnya dia hanya membuat mebel yang mudah dikerjakan, seperti membuat meja, kursi, dan rak.

Perlahan daya kreativitasnya kian meningkat, bapak dari satu anak itu pun mulai merambah untuk membuat almari dan berbagai perabot lainnya. Bahkan hingga pada pengecatan juga dilakukan olehnya.

Sarwi membuat Almari pesanan pembeli (MURIANEWS/Cholis Anwar)

“Saya bersyukur usaha yang saya rintis ini mampu berjalan dengan baik. Bahkan sekarang ini pesanan bisa sampai ke Jakarta juga. Kondisi pandemi Covid-19 juga tidak sampai mempengaruhi pasaran dari mebel,” ujarnya.

Untuk mebel buatannya sendiri dibanderol dengan harga mulai kisaran Rp 1 juta hingga bisa mencapai puluhan juta. Tergantung dari jenis bahan, kerumitan, serta model dari mebel yang akan dibuatnya.

Terkadang, ada juga orang yang memesan kepada Sarwi untuk membuatkan meja rias. Tak sedikit pula yang meminta untuk dibuatkan almari untuk lamaran pernikahan.

“Banyak pesanan. Tergantung selera pembeli, kalau saya bisa kerjakan, ya saya terima. Tapi kalau tidak bisa, ya saja terus terang tidak mampu menggarap,” ungkapnya.

Dengan keterbatasan fisik itu, dia berharap dirinya tidak patah semangat untuk terus mengembangkan usaha mebelnya itu.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...