Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Asyik, Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Bakal Terima BLT, Ini Syaratnya

MURIANEWS, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan anggaran sebesar Rp 31 triliun untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ditujukan kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

Dana tersebut rencananya akan diberikan kepada 13,8 juta pekerja penerima bansos khusus yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Sekarang masih dikaji dan sedang diidentifikasi. Ini langkah-langkah untuk yang akan dilakukan pemerintah untuk terus membantu memulihkan daya beli masyarakat,” ungkap Sri Mulyani seperti dikutip CNN Indonesia.

Baca: Dana BLT APBD Jepara Bisa Diambil Semua Tanpa Sisa Saldo di ATM

Sementara itu, Menteri BUMN Eric Tohir mengungkap pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta yang akan diberikan BLT terdapat klasifikasi dan syarat tertentu. Yakni bukan berasal dari PNS atau pegawai BUMN.

Selain itu, mereka juga aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150 ribu per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

“Rencananya 13,8 juta pekerja ini akan mendapat bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan. Bantuan akan langsung diberikan per dua bulan,” ujarnya.

Erick mengungkap dana bantuan tersebut akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan.

Baca: Jateng Siapkan Rp 1,4 Triliun Atasi Dampak Corona, 1,8 Juta Warga Diberi BLT

Menurutnya, program ini sedang finalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020 mendatang.

Stimulus dalam bentuk BLT ini diberikan dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah pandemi corona.

Erick memaparkan ada dua hal yang menjadi fokus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi.

Pertama, memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat. Misalnya untuk masyarakat miskin berupa program bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM berupa subsidi bunga dan kredit.

Baca: Kabar Gembira, BLT Dana Desa di Kudus Diperpanjang Jadi Enam Bulan

Kedua, dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya. Upaya percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini.

“Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak namun saling berkesinambungan, seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan non tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM,” paparnya.

Namun, Erick menegaskan dibutuhkan waktu, data yang akurat serta koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan angka output perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II 2020 negatif. PDB Indonesia periode April-Juni 2020 terkontraksi atau minus 5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...