Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tiga Siswi SMA di Banjarnegara Terlibat Prostitusi Online, Tarifnya Mulai Rp 400 Ribu

MURIANEWS, Banjarnegara –  Kasus prostitusi online melibatkan siswi SMA terjadi di Banjarnegara. Hal ini diketahui saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil mengungkap bisnis esek-esek tersebut di salah satu rumah kos, Selasa (4/8/2020).

Kepala Satpol PP Banjarnegara Esti Widodo mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 16 orang yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi online. Dari jumlah tersebut tiga di antaranya masih berstatus pelajar SMA.

Baca: Pemain FTV VS Diamankan karena Dugaan Prostitusi, Polisi Amankan Kondom dan Uang Tunai

“Terungkapnya prostitusi ini bermula dari aduan masyarakat perihal keberadaan rumah kos yang berada di daerah perkotaan yang diduga kerap digunakan perbuatan asusila,” katanya seperti dikutip detikcom.

Dari informasi tersebut, pihaknya langsung terjun ke lokasi. Sesampainya di lokasi pihaknya mendapati 16 orang yang diduga terlibat prostitusi ini. Ironisnya, saat didata tiga orang di antaranya masih di bawah umur dan berstatus pelajar.

Baca: Mamah Muda di Cilacap Jual Dua Anak di Bawah Umur ke Pria Hidung Belang

“Yang masih berstatus pelajar memang ada tiga orang. Ada yang kelas 2 SMA, ada juga yang kelas 3 SMA,” ungkapnya.

Ia menyebut, layanan esek-esek ini ditawarkan secara online melalui media sosial. Berdasarkan keterangan awal orang yang terlibat, transaksinya dilakukan melalui perantara.

“Saat ini ada dua orang perantara yang kami amankan. Mereka yang mencarikan tamu melalui media sosial,” kata Esti.

Baca: Polda Jateng Bongkar Prostitusi Online Sesama Jenis, Dua Gay Diamankan

Sementara untuk tarifnya, berdasarkan pemeriksaan awal Esti menyebut mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta. Namun jumlah tersebut, sebagian diberikan kepada perantara atau maminya.

“Dari keterangan yang disampaikan, ke ‘mami’-nya mulai dari Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta. Nanti yang diterima oleh mereka tentu di bawah itu,” ujarnya.

Saat ini, kasus prostitusi online di Banjarnegara ini masih terus dilakukan pendalaman. Namun dengan adanya tiga siswi SMA ini, Satpol PP akan akan menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Unit PPA.

Baca: Puluhan PSK Terjaring Razia di Pati, Tarifnya Ada yang Rp 50 Ribu 

“Karena masih di bawah umur, harus ada pendampingan juga dari unit PPA. Nantinya yang masih sekolah ini diberi bimbingan konseling agar yang bersangkutan kembali menjalani hidup normal seperti anak seusianya,” ujar Esti.

Sementara untuk orang yang diduga sebagai perantara, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman. Nantinya jika ada pelanggaran pidana akan diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Untuk mami-nya, kami masih meminta keterangan. Kalau ada pelanggaran pidana kami limpahkan ke Polres,” katanya.

Baca: Diburu Sebulan, Maling Perhiasan PSK di Lokalisasi Blora Akhirnya Dibekuk Polisi

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meminta kepada pihak sekolah dan orangtua harus lebih memperhatikan anak. Sebab jika lepas dari perhatian, akan terpengaruh ke hal negatif, hingga terlibat prostitusi.

“Jadi pihak sekolah harus lebih memperhatikan anak didik. Termasuk juga orangtua harus lebih waspada. Karena kalau tidak diperhatikan ya bisa seperti ini,” kata dia.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...